• Jelajahi

    Copyright © BERITA BARU | Kabar Akurat Terpercaya
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    Demi Alasan Kesehatan dan Keamanan, Komisi IX DPR Minta TKA Asal China Dipulangkan

    AHAD NEWS
    Jumat, 01 Mei 2020, 17:15 WIB Last Updated 2020-05-01T10:15:18Z


    BERITA BARU ■ Anggota Komisi IX DPR M Nabil Haroen meminta pemerintah menunda rencana kedatangan 500 tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok untuk bekerja di salah satu perusahaan pemurnian (smelter) nikel di Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra).

    “Rencana kedatangan 500 tenaga kerja dari Tiongkok seharusnya ditunda. Mereka yang sudah sampai Sultra selayaknya dikarantina dan dipulangkan kembali demi alasan kesehatan dan keamanan,” kata Nabil dalam keterangannya, Jumat (1/5).

    “Kebijakan ini seharusnya bisa ditangguhkan, mengingat situasi dan kondisi di tengah pandemi Covid-19,” lanjut politikus PDI Perjuangan itu.

    Nabil menegaskan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Ketenagakerjaan dan instansi terkait, harus menyelidiki kasus ini dengan komprehensif.

    Dia mengatakan perlu diusut apakah ada unsur kesengajaan atau mekanisme lain sehingga WNA dari Tiongkok bisa masuk ketika pemerintah menerapkan kebijakan menutup bandara-bandara dan perbatasan demi pencegahan Covid-19.

    “Jika ada kesengajaan, sudah seharusnya diproses secara hukum,” tegas ketua umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa Nahdatul Ulama yang karib disapa Gus Nabil, seperti dikutip dari jpnn.

    Lebih lanjut Gus Nabil mengatakan pemerintah perlu mengatur ulang kebijakan tenaga pekerja domestik dan asing di tengah dan pascamasa pandemi Covid-19.

    Menurut dia, ada jutaan warga Indonesia yang kehilangan pekerjaan atau kekurangan akses keuangan.

    “Jangan sampai pekerjaan-pekerjaan yang ada, justru dinikmati warga asing. Kita perlu prioritaskan pekerja dan rakyat Indonesia,” katanya.

    Oleh karena itu, Gus Nabil menyarankan harus ada negosiasi ulang terkait dengan kontrak dan kesepakatan kerja dengan pihak asing yang sebelumnya sudah ada kerja sama. (**)



    Komentar

    Tampilkan

    Berita Terbaru

    loading...
    loading...

    RELIGI

    +