• Jelajahi

    Copyright © BERITA BARU | Kabar Akurat Terpercaya
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    Misteri Keunikan Padma Segara Pura Dangkahyangan Rambutsiwi

    BERITA BARU
    Sabtu, 16 Mei 2020, 01:57 WIB Last Updated 2020-05-15T18:57:13Z


    BERITA BARU ■ Sebuah pelinggih Padma yang terletak di kawasan pantai Pura Dangkahyangan Rambutsiwi, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali ternyata memiliki misteri keunikan.

    Menurut beberapa warga Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, dasar dari pelinggih Padma tersebut adalah batu cadas berukuran besar.

    I Gede Widiana (47), salah seorang warga, Kamis (14/5) menuturkan, bongkahan batu cadas berukuran besar yang kini menjadi dasar pelinggih Padma tersebut terletak di pinggiran pantai persis di depan Pura Tirtha Dangkahyangan Rambutsiwi.

    "Batu tersebut setiap saat terhempas oleh ombak pantai dikala air laut pasang. Namun yang anehnya, air yang tersisa pada lekukan-lekukan di atas batu tersebut mesti selalu ada diantaranya yang berasa tawar padahal sebelumnya tidak ada hujan. Ini tidaklah lazim sehingga keberadaannya menjadi sebuah misteri kenapa air itu berasa tawar sebab seharusnya air itu asin karena yang menghempas dan sisa air yang tergenang pada leKukan-lekukan batu tersebut adalah air laut," jelas Gede.

    Atas keanehan itu, I Gede Widiana bersama beberapa temannya diantaranya I Made Sumadi (47), I Ketut Suka Wiada (50), I Gusti Kade Tastra (49) dan yang lainnya menganggap air itu adalah mukzisat yang dapat digunakan untuk melukat atau menyucikan diri.

    Namun, mereka juga merasa prihatin lantaran ada saja para nelayan yang memasang jaring di pantai itu menaruh pakaian mereka di atas batu tersebut. Dari hal itu, sekitar tahun 1995 silam mereka kemudian sepakat untuk mendirikan sebuah pelinggih dari tiang kayu (lapan) dengan maksud menyakralkan batu tersebut dan orang menjadi sungkan menaruh pakaian di atas batu itu lagi karena ada pelinggih. Akan tetapi, lapan itu tidak bertahan lama karena setiap saat terhempas oleh gelombang pasang, sehingga mereka selanjutnya sepakat mengganti lapan itu dengan palinggih Padma yang terbuat dari cetakan beton dan seiring berjalannya waktu, kini pelinggih Padma tersebut telah diperbaharui oleh pihak Pangempon Pura.

    Sementara itu, Jro Mangku Suardana (45) Pemangku Pura Tirtha Dangkahyangan Rambutsiwi membenarkan hal itu.

    "Memang benar, pelinggih Padma Segara itu berdiri di atas bongkahan batu cadas yang ada di Pantai Pura Dangkahyangan Rambutsiwi. Padma Segara itu sekarang digunakan sebagai media penghayatan ke Daleming Segara, diantaranya difungsikan saat menghgaturkan Pakelem atau Pamehayu ke samudera, memohon Tirtha Segara, dan lain-lain. Namun batu cadas yang menjadi dasar pelinggih Padma tersebut sudah tidak kelihatan semenjak dibangun senderan penangkal gelombang karena ketinggiannya setara bahkan sedikit lebih tinggi dari batu tersebut," jelas Jro Mangku.

    Menurutnya, air tawar tersebut hingga kini masih terkadang keluar dari sela-sela senderan penangkal gelombang pantai yang menutupi batu cadas dasar Padma Segara itu. Bagi yang kebetulan beruntung mendapatkannya, air itu diyakini sebagai mukzisat untuk digunakan sebagai Tirtha Pangelukatan atau air untuk menyucikan diri. (**)


    Komentar

    Tampilkan

    Berita Terbaru

    loading...
    loading...

    RELIGI

    +