• Jelajahi

    Copyright © BERITA BARU | Kabar Akurat Terpercaya
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    Pembagian BLT di Desa Pulosari Pemalang Disorot Warga, Ini Masalahnya

    BERITA BARU
    Sabtu, 16 Mei 2020, 15:35 WIB Last Updated 2020-05-16T08:57:44Z


    BERITA BARU ■ Pemdes Pulosari luncurkan pembagian bantuan langsung tunai (BLT) kepada warganya, uniknya tidak banyak warga yang mengetahui.

    Hasil penelusuran, ternyata giat ini minim sosialisasi. Padahal, sebelumnya setiap kegiatan ada pemberitaan lewat papan informasi yang ada di setiap lingkungan RT, maupun akun medsos milik desa.

    Namun kali ini hal itu tak terjadi, bahkan papan informasi di kantor pusat desa pun tidak menginformasikan kegiatan tersebut.

    Tidaklah heran kalau kemudian kegiatan tersebut hanya diketahui segelintir orang yang mengerti launching BLT atau kegiatan lain semacamnya di Desa Pulosari, Kecamatan Pulosari, kabupaten Pemalang, Jawa tengah.

    Atau mungkin hal tersebut sengaja tidak dipublikasikan agar tetap menjaga social distancing atau ada maksud lain. Alasan ini pun belum jelas adanya.

    Berdasarkan informasi yang peroleh di lapangan, Reporter Era Jateng memperoleh fakta yang mencengangkan, yakni penerima bantuan tersebut didominasi oleh warga yang tergolong mampu (kaya) bila dibandingkan dengan warga yang lain.

    Seandainya permainan permasalahan ini adalah bukan area untuk main-main, setiap warga punya hak mendapatkan bantuan sejenis itu. Sebab saat ini tidak ada satupun orang yang terlepas dari dampak pandemi Corona.

    Namun demikian, tidak akan menjadi persoalan apa bila mementingkan pada sasaran yang lebih urgen, yaitu dengan membantu kaum miskin, jompo dan sejenisnya yang bukan penerima bantuan lain dari pemerintah.

    Diduga pendataan yang amburadul dari para petugas pendata yang tidak mau turun ke lapangan, sehingga tidak mengetahui fakta dan keadaan yang sebenarnya menjadikan sasarannya tidak sesuai dengan maksud dan tujuan program BLT dari pusat tersebut.

    Akibat hasil seleksi ngawur tersebut, diduga tidak sedikit Warga menyesalkan.

    "Rasa tidak puas dan iri bisa membahayakan rasa persatuan dan persaudaraan yang saat ini masih terpelihara," kata Imam, warga setempat.

    Selama ini, Desa Pulosari secara umum kondisif, idiologi politik dan budayanya masih original dan alami. 85 persen rakyatnya hidup mengandalkan sebagai petani cukup untuk memupuk solidaritas dan kegotong-Royongan kelas tinggi.

    Namun demikian disaat pandemi Corona sekarang ini, segala dampak negatif bisa saja timbul disegala situasi dan suasana tidak menutup kemungkinan tujuan baik pemerintah menggelontorkan berbagai macam bantuan untuk mengurangi penderitaan hidup  rakyatnya, bila tidak tepat sasaran dan tidak sesuai peruntukannya bisa menimbulkan masalah bahkan penyakit baru di masyarakat.

    "Seandainya bantuan semacam itu masih ada lagi, saya berharap tidak ada dusta diantara kita, apa lagi sampai ada settingan," keluh dari beberapa warga tidak mampu yang kebetulan belum pernah menerima bantuan pemerintah dalam bentuk apapun.

    ■ Himawan

    Komentar

    Tampilkan

    Berita Terbaru

    loading...
    loading...

    RELIGI

    +