• Jelajahi

    Copyright © BERITA BARU | Kabar Akurat Terpercaya
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    Pemudik Bisa Masuk Jakarta Tanpa SIKM Setelah 7 Juni 2020

    R-01
    Jumat, 29 Mei 2020, 23:17 WIB Last Updated 2020-05-29T16:17:22Z


    BERITA BARU ■ Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, operasi arus balik Lebaran dalam rangka pengecekan Surat Izin Keluar Masuk ( SIKM) ke Jakarta akan rampung pada 7 Juni 2020.

    Kondisi ini mengikuti ketentuan dari Surat Edaran (SE) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nomor 5 Tahun 2020 tentang perubahan SE Nomor 4 Tahun 2020 tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang Dalam Rangka Percepatan Penanganan covid-19.

    "Betul, jadi kita mengikuti yang dari Gugus Tugas. Untuk sementara diharapkan akan selesai pada 7 Juni 2020 nanti," ucap Syafrin saat dihubungi Kompas.com, Kamis (28/5/2020).

    Menurut Syafrin, meski sudah ada kepastian pengecekan SIKM akan selesai pada 7 Juni nanti, namun hal itu tergantung dari perkembangan kasus Covid-19 di Jakarta. 

    Apabila masyarakat patuh pada aturan PSBB dan angkanya turun, kemungkinan besar akan selesai. Artinya, masyarakat yang kembali ke Jakarta dari kampung halaman sudah bisa masuk ke DKI tanpa SIKM setelah tanggal 7 Juni 2020. Hal ini pun senada dengan aturan PSBB yang diperpanjang sampai 4 Juni 2020.

    "PSBB kita sampai 4 Juni, tapi itu pun tergantung bagaimana penurunan angka reproduction number-nya. Bila bisa di bawah satu, artinya PSBB akan dicabut, untuk SIKM ini kita tunggu evaluasinya dari Gugus Tugas, tapi untuk saat ini memang sampai 7 Juni," ucap Syafrin.

    "Bila selesai, maka masyarakat yang mudik sudah bisa kembali ke Jakarta mulai tanggal 8 atau pertengahan Juni nanti. Kita harap ini benar-benar bisa ditekan (angka penyebarannya)," ucap Syafrin.

    Berdasarkan data, Syafrin menjelaskan selama pengecekan SIKM pada 26 Mei 2020 lalu, sudah ada 2.828 kendaraan yang mencoba masuk DKI tanpa SIKM dan berhasil diputarbalikkan. Bahkan ada penumpang transportasi umum yang dikarantina. 

    Sumber: Kompas.com  


    Komentar

    Tampilkan

    Berita Terbaru

    loading...
    loading...

    RELIGI

    +