• Jelajahi

    Copyright © BERITA BARU | Kabar Akurat Terpercaya
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    PSBB Tak Diperpanjang, Warga Garut Langsung Padati Pusat Perbelanjaan

    BERITA BARU
    Selasa, 19 Mei 2020, 16:56 WIB Last Updated 2020-05-19T09:56:57Z


    BERITA BARU ■ Hari terakhir pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Selasa (19/5), warga Garut seolah lupa aturan tersebut masih berlaku hari ini.

    Pusat Kota Garut dalam beberapa terakhir memang semakin ramai oleh masyarakat. Penutupan jalan pun seperti memberi peluang bagi para PKL untuk menggelar lapak mereka. Bahkan pada hari terakhir PSBB di Kabupaten Garut, Jalan Ahmad Yani semakin ramai oleh masyarakat yang akan membeli baju.

    Dari pantauan Kantor Berita RMOLJabar, sejumlah pedagang musiman pun membanjiri badan jalan. Di pusat-pusat perbelanjaan, warga menyerbu untuk membeli pakaian baru untuk hari raya Idul Fitri.

    Meski Jalan Ahmad Yani ditutup, sejumlah tukang parkir sudah siap menyiapkan lapak parkir. Warga pun akan merasa aman berbelanja karena kendaraannya ada yang menjaga.

    Petugas Satpol PP pun hanya bisa melihat kerumunan warga. Tak ada peringatan yang disampaikan meski terjadi kerumunan warga.
    “Bentar lagi kan lebaran, jadi cari baju buat anak. Masuk ke toko baju tadi ada pemeriksaan suhu. Tapi tetap di dalamnya ramai. Enggak dibatasi,” ujar Aep (43), warga Desa Tarogong, Kecamatan Tarogong, Selasa (19/5).

    Aep menilai, PSBB di Garut sangat terasa seperti CFD. Petugas hanya berjaga di titik penutupan. Sedangkan warga dibolehkan berkeliaran dan berkerumun di kawasan Pengkolan.

    “Unik PSBB di Garut mah. Jadi pemerintah kayak menyediakan lapak untuk jual beli. Sama saja kayak tahun kemarin. Bedanya sekarang jadi CFD karena nggak ada mobil masuk,” katanya.

    Hal yang sama diutarakan Rima (28), warga Kecamatan Bayongbong. Ia mengaku terpaksa datang ke Pengkolan karena adiknya ingin membeli pakaian baru. Padahal kawasan Pengkolan sedang dipadati warga jelang Idul Fitri.

    “Tadinya sih malas karena sudah tahu lagi ramai. Cuma adik maksa buat nganter,” ucap Rima.

    Ia menyebut, jika suasana CFD sangat melekat di Pengkolan saat ini. Pedagang di pinggir jalan memakai tenda menjajakan dagangannya. Bahkan, para pedagang sudah sampai ke kawasan Gedung KNPI.

    “Jadi kayak CFD, ada yang dagang sampai ke arah Rutan. Enggak ngaruh juga sih ada PSBB,” ucapnya.

    Bupati Garut, Rudy Gunawan, mengakui jika kawasan Pengkolan sangat ramai. Rudy pun tak bisa berbuat banyak karena masyarakat lebih memilih membeli baju dari pada diam diri di rumah.

    “Pengkolan tak terkendali dan beberapa pasar (ramai),” kata Rudy.

    Meski begitu, Rudy memutuskan tak akan memperpanjang PSBB. Keputusan diambil meski warga belum sepenuhnya mentaati physical dan social distancing. (Sumber: RM)



    Komentar

    Tampilkan

    Berita Terbaru

    loading...
    loading...

    RELIGI

    +