• Jelajahi

    Copyright © BERITA BARU | Kabar Akurat Terpercaya
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    65 Ormas Tolak RUU HIP, Peserta Aksi Bakar Simbol PKI

    BERITA BARU
    Jumat, 19 Juni 2020, 19:24 WIB Last Updated 2020-06-19T12:24:03Z


    BERITA BARU ■ Aliansi Rakyat dan Aktivis Sukabumi Raya (ARAS Raya) tetap bersemangat menggelar aksi menolak RUU HIP (Haluan Ideologi Pancasila) di Ponpes Dzikir Al-Fath, Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, Jumat (19/6/2020).

    Mereka tidak kehilangan orientasi dan arah walaupun lokasi aksi digeser dari Gedung DPRD Kota Sukabumi karena mentaati Maklumat Kapolri tentang Penanganan Covid-19 dan menghargai surat balasan dari Ketua DPRD Kota Sukabumi yang isinya tidak bisa menerima peserta aksi di gedung wakil rakyat.

    Peserta aksi berjubel di lingkungan Pesantren Al-Fath. Mereka berasal dari 65 ormas, OKP, LSM, organisasi mahasiswa, dan komunitas masyarakat lainnya. Para peserta dibatasi hanya ketua, sekretaris, bendahara, dan pengurus inti dari organisasi masing-masing. Sekalipun dibatasi, peserta aksi tetap memadati halaman dan pelataran Pesantren Al-Fath.

    Aksi diawali dengan pengarahan di salah satu ruangan di Al-Fath. Kemudian dilanjutkan dengan orasi yang isinya bermuara pada penolakan terhadap RUU HIP. Secara spontan, massa juga membakar bendera PKI sebagai bentuk sikap menolak komunisme selamanya di Bumi Pertiwi.

    Setelah itu para pengurus organisasi peserta aksi bersama-sama menandatangani petisi penolakan terhadap RUU HIP. Petisi tersebut diserahkan kepada Ketua DPRD Kota Sukabumi, H. Kamal Suherman dan Anggota Komisi II DPR RI, HM. Muraz untuk diteruskan kepada pihak-pihak berkompeten di DPR RI agar mereka menghentikan pembahasan RUU HIP.

    “Kalau tidak dibatasi, jumlah peserta aksi bisa mencapai ribuan orang. Tujuan aksi ini jelas yaitu menolak pembahasan RUU HIP. Jangan hanya ditunda, pembahasan RUU HIP harus dihentikan selama-lamanya,” kata Budhy Lesmana, Koordiantor Aksi yang juga Ketua Kebangkitan Jawara dan Pengacara Indonesia (BJI) Presda Sukabumi Raya setelah memimpin aksi.

    RUU HIP, ujar dia, menunjukkan bukti bahwa terjadi penyusupan penganut ajaran komunisme dan Marxisme ke dalam tubuh parlemen Indonesia. Adanya RUU HIP merupakan salah satu bukti penyusupan tersebut.


    “Dalam RUU HIP itu kita melihat ada upaya menegasi dan mendelegitimasi Pancasila dengan menjadikan Pancasila sebagai trisila dan ekasila yang bermuara pada keadilan sosial. Jelas ini bertentangan dengan UUD 1945,” ujar Budhy.

    Menghadapi ancaman PKI di Sukabumi, Budhy mengajak masyarakat untuk tetap waspada karena PKI seperti angin, ada terasa tapi tidak terlihat.

    Elemen yang ikut dalam aksi itu antara lain BJI, Dampal Jurig, FPI, GM FKPPI, Pemuda Pancasila, Komasa, ASBD Moslem Martial, BPPKB, Laskar Merah Putih, Maung Lugay, Sapu Jagat, PUI, Srikandi BJI, Baper (Barisan Pencinta Rasulullah), AMS, Bareta, Iprada, SKP, dan Pandawa 16, dan Gerakan Laskar Minang Indonesia.

    Di tempat aksi, Ketua DPRD kota Sukabumi, H. Kamal Suherman mengatakan, pihaknya akan membahas petisi penolakan RUU HIP yang diterimanya dalam rapat pimpinan bersama para ketua fraksi. Dia mendukung aksi tersebut karena merupakan kewajiban rakyat Indonesia untuk mempertahankan ideologi Pancasila sebagai pemersatu bangsa.

    “Kami juga berkewajiban menyampaikan petisi tersebut sebagai suara dan amanat rakyat ke DPR RI,” ujar Kamal.  (Sumber: PS)


    Komentar

    Tampilkan

    Berita Terbaru

    loading...
    loading...

    RELIGI

    +