• Jelajahi

    Copyright © BERITA BARU | Kabar Akurat Terpercaya
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    MAKI Yakin JPU Mampu Membuktikan Dakwaan Dugaan Korupsi Jiwasraya

    BERITA BARU
    Kamis, 04 Juni 2020, 22:42 WIB Last Updated 2020-06-04T15:45:22Z

      MAKI Yakin JPU Mampu Membuktikan Dakwaan Dugaan Korupsi Jiwasraya

    BERITA BARU ■ Sidang kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) akan kembali digelar pada Rabu (10/6/2020) pekan depan. Dengan agenda sidang adalah pembacaan nota keberatan atau eksepsi oleh terdakwa dan kuasa hukumnya.

    “Ketua Majelis Hakim menetapkan agenda persidangan selanjutnya dengan acara eksepsi dari terdakwa dan atau penasihat hukum terdakwa yang dijadwalkan pada hari Rabu, 10 Juni 2020,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Hari Setiyono melalui keterangan tertulis, pada Rabu (3/6/2020).

    Keenam terdakwa telah menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

    Pada perkara ini, terdapat 50 jaksa penuntut umum (JPU) yang dikerahkan dan terbagi ke dalam enam tim untuk masing-masing terdakwa. Para JPU berasal dari Direktorat Penuntutan Jampidsus Kejagung dan Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat.

    Menanggapi perkara tersebut, Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman Selaku pelapor kasus dugaan korupsi Jiwasraya, setelah mengikuti persidangan perdana tgl 3 Juni 2020,  menilai JPU Kejagung dalam menyusun dakwaan telah cukup mampu menggambarkan perbuatan para terdakwa dugaan penyalahgunaan wewenang dan perbuatan melawan hukum terkait dugaan korupsi dan TPPU perkara Jiwasraya.

    "JPU juga mampu membuat alur dugaan pencucian uang dari predikat crime korupsi Jiwasraya dalam bentuk berbagai pemberian kepada oknum direksi Jiwasraya berupa uang, mobil, saham, tiket dan  akomodasi, tiket konser dll," kata Boyamin Saiman, dalam keterangannya, Kamis (4/6).

    Selain itu, lanjut Boyamin, JPU juga mampu menelusuri alur uang oleh pihak swasta (terdakwa Heru Hidayat) yang dipergunakan untuk beli harta dan dipakai judi kasino.

    "Melihat dari materi dakwaan, Kami memberikan nilai bagus terhadap JPU," pungkas Boyamin.

    Pertama, JPU cukup jelas konstruksi dugaan tindak pidana korupsi dan bukan semata-mata proses dugaan kejahatan pasar modal yang sebatas menggoreng saham. JPU mampu menyusun unsur dugaan perbuatan korupsi dari sisi oknum direksi Jiwasraya dan unsur swasta selaku turut serta (pasal 55 KUHP ).

    Kedua, JPU juga mampu merumuskan dengan baik unsur delik korupsi yaitu unsur perbuatan melawan hukum dan atau penyalahgunaan wewenang, unsur menguntungkan diri sendiri atau orang lain dan unsur merugikan negara sebesar Rp. 16,8 Trilyun.

    "Kami yakin selanjutnya JPU akan mampu membuktikan dakwaannya dikarenakan bukti-bukti sudah mencukupi dan telah dilengkapi audit perhitungan keuangan negara dari BPK sebesar Rp. 16,8 Trilyun," ujar Boyamin optimis.

    Seperti diketahui, dalam perkara ini para terdakwa terdiri dari Direktur Utama PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro, Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Heru Hidayat, dan Direktur PT Maxima Integra Joko Hartono Tirto.

    Kemudian, tiga mantan petinggi di Jiwasraya, yakni mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Hary Prasetyo, mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya Hendrisman Rahim, serta mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Syahmirwan.

    ■ R-01

    Komentar

    Tampilkan

    Berita Terbaru

    loading...
    loading...

    RELIGI

    +