• Jelajahi

    Copyright © BERITA BARU | Kabar Akurat Terpercaya
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    Pesona Pereng Igir Kandang, Kini Jadi Primadona Baru Wisata Pemalang Selatan

    BERITA BARU
    Senin, 29 Juni 2020, 14:13 WIB Last Updated 2020-06-29T07:13:23Z

     Pesona Pereng Igir Kandang, Kini Jadi Primadona Baru Wisata Pemalang Selatan

    BERITA BARU ■ Memasuki era New normal, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Pereng Igir Kandang (PIK) terus meningkat signifikan.

    Pesona obyek wisata ini, telah menjadi magnet baru bagi pelancong. Menurut Kades Sutrisno, turis muai membanjiri tempat ini setelah Pemdes berhasil menata lahan liar milik desa pinggir hutan lereng gunung Slamet, yang kemudian di jadikan base camp pendaki dan Obyek  wisata bukit Melodi cinta dengan Rumah pohon sebagai salah satu andalannya.

    Seiring dengan itu, akses keluar masuk wilayah ini sudah dilakukan pelebaran dan perbaikan jalan untuk menunjang kelancaran perekonomian Desa dan mobilitas pariwisata.

    "Apalagi sekarang, sebagai Desa sentra tani dan tujuan wisata di kawasan Pemalang selatan, tentu penataannya akan terus kita tingkatkan," katanya, pada Minggu (28/6).

     Pesona Pereng Igir Kandang, Kini Jadi Primadona Baru Wisata Pemalang Selatan

    Meski demikian, Kades Sutrisno beserta warga dan jajaran pemdes belum merasa puas dengan segala keberhasilan dan kesuksesan yang di capai saat ini.

    Oleh karena itu, berbagai strategi untuk memajukan pembangunan dan meningkatkan taraf hidup masyarakatnya, terus di gali dengan memanfaatkan potensi yang ada, demi kemajuan dan pemerataan pembangunan di segala bidang.

    Sutrisno menyakini, dengan kecerdasan dan kejelian dalam memanfaatkan sumber daya alam yang ada, potensi wisata PIK tidak akan kalah dengan tempat wisata lainnya.

    Saat ini Pemdes clekatakan sedang menyulap hektaran lahan yang berada di bukit liar milik Desa diolah menjadi destinasi wisata unggulan.

    Pereng Igir Kandang (PIK) sebuah nama yang diambil berdasarkan lokasinya yang berada tepat diatas dua kampung berbeda camat dan kadesnya, namun memiliki satu nama yakni dukuh kandang gotong.

    Obyek wisata desa clekatakan kecamatan Pulosari, kabupaten Pemalang, Jateng, memiliki segudang keunikan dan keindahan yang tidak mudah ditemui ditempat lain.

    Utamanya, keramah tamahan sebagai budaya penduduk sekitar diharapkan mampu menjadi magnet penyedot wisatawan dari bebagai daerah ke desa ini, terlebih Desa ini mempunyai jalur pendakian resmi ke puncak Gunung Slamet.

    Tentunya akan banyak pecinta alam yang singgah terlebih dulu sebelum atau sesudah melakukan pendakian sekedar melepas penat dan lelah di area wisata tersebut.

    Pesona dan keindahan alam dengan segala kelebihan yang ada akan menjadi salah satu sarana publikasi ampuh secara gratis yang disampaikan oleh para pecinta alam kepada komunitasnya atau masyarakat luas melalui medsos atau media lain.

    Pengalaman yang telah didapat tatkala singgah di Obyek wisata PIK tentunya akan menjadi referensi oleh masyarakat luas.

    Sampai dengan berita ini di publish, Obyek wisata PIK baru dalam taraf penataan pembangunan awal.

    Belum ada bangunan permanen terlihat, namun puluhan ribu wisatawan lokal maupun luar provinsi jateng sudah berhasil mencuri start untuk mengunjunginya.

    Beberapa Minggu terakhir banyak pula rombongan dari luar daerah  membekali  peralatan camping untuk menginap di atas bukit
    menunggu Sun Rise dan menyaksikan kisi kisi puncak gunung Slamet dari dekat.

    Tidak kalah menakjubkan, manakala membalikkan badan dari asrinya puncak gunung terkenal ini. Tampak perbukitan ladang nan subur serta permukiman beberapa kecamatan dan kabupaten tetangga masih jelas terlihat dengan mata telanjang.


    Menurut Kades, banjirnya ribuan wisatawan dari berbagai daerah tidak mungkin di tolak, yang penting katanya, harus mematuhi aturan yang ada, terutama wajib mengenakan masker dan mencuci tangan sesering mungkin pada beberapa tempat yang telah di sediakan.

    "Setiap hari kami pun sterilkan lokasi ini dengan disinfektan untuk mematikan virus Corona," terang Kades Sutrisno.

    Secara pribadi dan mewakili pemdes beserta warga desa, lanjut dia, kami mohon maaf kepada pengunjung atas segala  kekurangan. karena kami belum resmi buka, pembangunan ini baru selesai beberapa tahun kemudian.

    Tak lupa, Kades Sutrisno juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Forkompinda pemalang dan forkompinca pulosari atas segala suport dan dukungan dalam pembangunan ini.

    ■ Himawan

    Komentar

    Tampilkan

    Berita Terbaru

    loading...
    loading...

    RELIGI

    +