• Jelajahi

    Copyright © BERITA BARU | Kabar Akurat Terpercaya
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    Taraf Hidup Masyarakat Desa Clekatakan Pemalang Makin Sejahtera, Ini Rahasianya

    BERITA BARU
    Kamis, 11 Juni 2020, 18:49 WIB Last Updated 2020-06-11T11:51:47Z

      Taraf Hidup Masyarakat Desa Clekatakan Pemalang Makin sejahtera, Ini Rahasianya

    BERITA BARU ■ Dalam beberapa tahun terakhir, jalan setapak menuju tanah garapan milik warga di perbukitan lereng gunung Slamet, sudah ramai dilalui oleh sepeda motor, khususnya yang sudah di ubah menjadi Moto cross.

    Bukan sedang mengikuti event kejuaraan grass track, tapi sedang beraktivitas dari dan menuju lahan pertanian penduduk.

    Sulitnya Medan yang harus dilalui di lereng perbukitan tidak membuat ciut nyali penduduk RT  01/02 dukuh Beji, desa clekatakan, kecamatan Pulosari, kabupaten Pemalang, Jawa tengah.

    Untuk beraktivitas dengan kuda besi Made in Japan, seperti Sepeda motor yang di gunakan bukanlah jenis khusus maupun berdapur pacu cc besar, melainkan tunggangan biasa, harganya pun hanya sedikit lebih mahal dari limbah besi.

    Modifikasi mesin dan kaki-kaki mutlak dibutuhkan agar kuda buatan Jepang tersebut nurut diajak bekerja sambil menyalurkan hobinya.

    Kondisi geografis dan faktor kebutuhanlah yang membuat tua muda punya Adrenalin berkendara di medan ganas bolak balik membawa muatan.


    Kepada Berita Baru, Dul kholik, Ketua Pemuda di lingkungan RT tersebut menuturkan, selama maraknya pandemik Corona melanda hingga ke desa, sudah banyak petani kentang memborongkan segala proses panen hingga melansir ke gudang diselesaikan oleh warga dukuh Beji. Pekerjanya melibatkan pemuda hingga kakek nenek sesuai dengan kemampuan masing masing.

    Seluruh ongkos yang diperoleh diperuntukan untuk menambah kas masjid/mushola setempat tanpa ada potongan, setelah di ambil biaya konsumsi dan BBM secukupnya.

    "Alhamdulillah, sudah puluhan juta yang terkumpul dari hasil aksi semacam itu, kami sudah bersepakat, khusus panen kentang milik petani di lingkungannya, akan dikerjakan oleh warga seluruh hasilnya akan di pergunakan untuk kegiatan keagamaan dikawasan tersebut," tambah Abdul Kirom sang ketua RT.

    Hal ini pun dibenarkan oleh Kades Sutrisno. Menurutnya, fenomena gotong royong cari dana untuk kepentingan umum, bukan merupakan sesuatu yang baru di Desa clekatakan.

    "Semua itu merupakan budaya turun temurun masyarakat pedesaan," katanya.

    Dicontohkan pula masjid berbiaya milyaran rupiah di desa tersebut hasil gotong royong memborong pekerjaan tani.

    "Desa kami sudah menjadi sentra tani, beberapa sayur unggulan seperti kentang dan cabai sudah memberi efek secara ekonomi buat warga. Selain itu, Kami sudah menjalin kerja sama dengan perusahaan makanan terbesar dan terkenal di republik ini,' terang Sutrisno.

    Perusahaan tersebut, teken kontrak dengan kelompok tani yang ada di desa dengan MOU dari kedua belah pihak, tentunya akan saling di untungkan.

    Dampak yang ditimbulkan, lanjut Pak Kades, taraf hidup masyarakat desa semakin sejahtera, hasil panen harganya disepakati saat mulai penanaman.

    "Penumpukan hasil panen tidak terjadi, dikarenakan penerimanya sudah jelas dari perusahaan raksasa," imbuhnya.

    "Berbeda jauh dengan sayur mayur lain, harga tidak menentu, sewaktu waktu bisa berubah sesuai dengan keadaan pasar," tutup sang kades yang menjadi buah bibir warga desa lain, karena keberhasilannya membangun desa dengan tepat dan pesat.

    ■ Himawan


    Komentar

    Tampilkan

    Berita Terbaru

    loading...
    loading...

    RELIGI

    +