• Jelajahi

    Copyright © BERITA BARU | Kabar Akurat Terpercaya
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    Ada Apa Mengubur Jenazah Tengah Malam di Pemakaman Simandek Pulosari?

    BERITA BARU
    Minggu, 19 Juli 2020, 10:54 WIB Last Updated 2020-07-19T03:54:28Z

     Ada Apa Mengubur Jenazah Tengah Malam di Pemakaman Simandek Pulosari?

    BERITA BARU ■ Jelang tengah malam, kemarin, kami melihat pemandangan aneh dan ganjil. Sempat tersirat antara percaya dan tidak yakin dengan pemandangan saat itu.

    Tampak puluhan orang  bersholawat mengiringi  keranda  jenazah. Secara kebetulan kami berpapasan tak jauh dari  kuburan yang terdapat makamnya sesepuh "pendiri kampung" Dukuh Tumbu.

    Butuh waktu beberapa menit untuk memastikan situasi unik saat itu.  Keadaan nyatakah atau pandangan akibat mahluk halus alias hantu sedang mangganggu langkah perjalanan?

    Setelah dipastikan apa yang terjadi adalah betul betul nyata, dan bukan halusinasi, kami putuskan mengikuti rombongan pengiring  jenazah hingga lokasi yang dituju yakni makam Simandek Pulosari Pemalang.

    Tampak beberapa orang terdiri dari tokoh pemuda dan masyarakat kami temui, guna mencari tahu bocoran siapa yang meninggal, sakit apa? Mengapa penguburanya tidak menunggu siang hari saja?

    Ternyata, ada tradisi di wilayah dusun dukuh Tumbu khususnya, desa Pulosari pada umumnya. Bila ada warga yang meninggal, semua anggota keluarga besarnya sudah berkumpul dan tidak ada yang harus ditunggu kehadirannya.

     Maka  tahapan proses terselengaranya pemakaman segera dilaksanakan, tanpa banyak menunggu Instruksi dari pihak keluarga yang sedang berduka, dengan tata cara  syar'iat Islam dan adat istiadat setempat . Secara kebetulan mayoitas penduduknya muslim.

    Kebiasaan hidup khas di pedesaan, suasana guyub rukun dan  saling membantu sesama tanpa memandang usia, jenis kelamin maupun status sosial,  masih sangat melekat, bahkan
    mendarah daging pada penduduk di sini.


    Jangan heran, bila ada pelepasan jenazah setelah di shalatkan pada malam hari langsung di makamkan. Semua itu sudah biasa terjadi dan bukanlah  sesuatu yang  istimewa dan luar biasa.

    Masyarakat di sini on time, bila ada warganya mengalami musibah (meninggal). pihak keluarganya tinggal menentukan titik lokasi yang dimaksud, maka beberapa orang relawan ramai ramai langsung  meluncur ke kuburan  untuk menggali liang lahat tanpa meminta imbalan dalam bentuk apapun.

    Sementara diwaktu yang sama lingkungan Rumah  Duka, para relawan yang lain bekerja sesuai kemampuan di bidangya dan kapasitasnya tanpa harus menunggu perintah,
    secara otomatis akan melaksanakan pekerjaan gotong royong dengan  tahapan dan urutanya.

    Sehingga apa yang dikerjakan dari awal hingga akhir akan sesuai harapan dari pihak yang berduka maupun masyarakat setempat.

    "Seperti anda saksikan tadi, beliau (almarhumah) adalah seorang nenek, warga biasa, tidak punya pengaruh apa apa, tapi coba hitung, berapa puluh pengantar laki perempuan dan usia variatif yang terlibat dengan suka rela mensukseskan berjalanyan prosesi pemakaman di malam selarut ini," kata Kadus Lugimin, pada tengah malam tadi.

    "Kepedulian terhadap sesama  tanpa takut kehilangan waktu, tenaga dan materi, sudah menjadi budaya turun temurun dari nenek moyang kami. Hal ini harus kita jaga dan pelihara bersama agar tidak punah akibat tergerus  pengaruh negatif yang berasal budaya asing," imbuhnya.

    ■ Himawan / Sri Mardianto

    Komentar

    Tampilkan

    Berita Terbaru

    loading...
    loading...

    RELIGI

    +