• Jelajahi

    Copyright © BERITA BARU | Kabar Akurat Terpercaya
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    Djoko Tjandra Minta Sidang Daring, Begini Respon Tegas MAKI

    BERITA BARU
    Senin, 20 Juli 2020, 20:48 WIB Last Updated 2020-07-20T13:48:00Z

      Djoko Tjandra Minta Sidang Daring, Begini Respon Tegas MAKI

    BERITA BARU ■ Koordinator  Masyarakat Anti Korupsi Indonesia ( MAKI) Boyamin Saiman mendukung dan memberikan apresiasi kepada Majelis Hakim yang telah menolak permohonan  Djoko Soegiarto Tjandra alias Joe Chan untuk melaksanakan sidang jarak jauh dengan menggunakan sarana teknologi online,  daring atau video cenference.

    Hal itu diungkapkan Boyamin, setelah pada siang tadi  pihaknya menonton sidang Peninjauan Kembali Djoko Soegiarto Tjandra di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (20/7).

    Dimana Djoko Tjandra dengan surat lewat Penasehat Hukumnya telah mengajukan permohonan kepada Majelis Hakim untuk sidang jarak jauh via online daring.

    Atas permohonan sidang daring tersebut, Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) menyatakan, bahwa permintaan sidang daring oleh Djoko Tjandra jelas-jelas bentuk penghinaan terhadap pengadilan, sehingga sudah semestinya ditolak oleh hakim.

    "Djoko Tjandra harus sadar diri, bahwa dia selama ini adalah buron, sehingga tidak semestinya mendikte pengadilan untuk sidang daring dan semestinya Pengadilan tidak meneruskan persidangan karena senyatanya Djoko Tjandra tidak menghormati proses persidangan," kata Boyamin, dalam keterangannya malam ini, Senin (20/7).

    Dia menambahkan, Djoko Tjandra  dengan ulahnya selama ini telah mencederai rasa keadilan rakyat, karena mempertontonkan hukum tidak berlaku bagi orang kaya, sehingga Djoko Tjandra tidak boleh mendapat dispensasi berupa sidang daring.

    Disisi lain, imbuh Boyamin, diduga dalih  sakitnya Djoko Tjandra  hanyalah pura-pura karena senyatanya dia tidak dirawat opname oleh rumah sakit dan hanya surat keterangan sakit dari Poliklinik di Kuala Lumpur, Malaysia.

    "Sehingga Pengadilan tidak boleh lagi memberi kesempatan untuk mengulur waktu, karena senyatanya Pengadilan telah berbaik hati dengan memberikan kesempatan sidang sebanyak 3 kali, namun mangkir dengan berbagai alasan," pungkasnya.

    Sekali lagi, lanjut Boyamin, MAKI meminta Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk STOP  sampai sini saja dan berkas perkara langsung dimasukkan arsip dan tidak dikirim ke Mahkamah Agung. (R-01)

    Komentar

    Tampilkan

    Berita Terbaru

    loading...
    loading...

    RELIGI

    +