• Jelajahi

    Copyright © BERITA BARU | Kabar Akurat Terpercaya
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    Gubernur Jateng Serahkan Santunan Ke Ahli Waris Tenaga Medis Gugur Karena Covid-19

    BERITA BARU
    Minggu, 12 Juli 2020, 04:44 WIB Last Updated 2020-07-11T21:45:58Z

     Gubernur Jateng Serahkan Santunan Ke Ahli Waris Tenaga Medis Gugur Karena Covid-19

    BERITA BARU ■ Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melalui @humasjateng mengatakan, lima ahli waris tenaga kesehatan di Jawa Tengah yang meninggal saat menangani pasien Covid-19  menerima penghargaan dan kompensasi (santunan).

    "Ini adalah bentuk penghormatan dari pemerintah. Saat ini, mari kita bekerja sama untuk mengimplementasikan protokol kesehatan sehingga pandemik segera berakhir," kicaunya.

    Sebelumnya, Ganjar mengatakan bahwa hasil tes cepat  terkonfirmasi ada sedikitnya 25 tenaga medis RS Moewardi Solo reaktif  Covid-19.

    "Hari ini sudah rapid tes, dan ada yang reaktif. Saya minta PCR dan hasilnya belum tahu. Laporan yang masuk, ada 25 tenaga kesehatan yang cepat dan ada yang reaktif. Sekarang kami melakukan tindakan , "kata Ganjar, pada Sabtu (7/11/2020).

    Dari hasil pemeriksaan pendahuluan, Ganjar menerima laporan bahwa dugaan penularan Covid-19 di Rumah Sakit Moewardi terjadi dari luar rumah sakit. Faktanya, tenaga medis yang bertugas menangani Covid-19 semuanya aman, karena prosedurnya sangat ketat.

    "Diduga kontak dari luar, kalau yang menangani ini (Covid-19) aman. Tapi siapa yang harus hati-hati saat di luar. Kalau begitu, dari luar, mereka terus bawa ke lingkungan rumah sakit, tanpa sadar berhubungan dengan banyak orang, maka potensi itu bisa terjadi, "jelasnya.

    Mengenai kasus ini, Ganjar memastikan bahwa kantornya telah mengambil langkah-langkah perbaikan. Selain memperketat pelacakan kontak, rumah sakit juga mengurangi karyawan non-medis hingga 50 persen, termasuk mengurangi jumlah kunjungan pasien.

    "Kami juga meminta agar kapasitas pendidikan dokter dikurangi. Kami meminta protokol kesehatan yang lebih ketat termasuk membatasi karyawan dan jumlah pengunjung," katanya.

    Mengenai langkah yang harus diambil oleh 25 petugas kesehatan di Rumah Sakit Regional Moewardi, Ganjar masih menunggu hasil PCR.

    "Ini semua adalah dokter, pasti mereka mengerti apakah mereka akan dirawat atau diisolasi. Jika nanti mereka memiliki gejala, mereka harus dirawat, tetapi jika tanpa gejala, perawatan dapat dilakukan dengan cara yang benar," katanya. (Rls/R-01)

    Komentar

    Tampilkan

    Berita Terbaru

    loading...
    loading...

    RELIGI

    +