• Jelajahi

    Copyright © BERITA BARU | Kabar Akurat Terpercaya
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    Polisi Tangkap 7 Orang Penyelundup Penyu Hijau

    BERITA BARU
    Minggu, 12 Juli 2020, 19:42 WIB Last Updated 2020-07-12T12:42:11Z

    Polisi Tangkap 7 Orang Penyelundup Penyu Hijau

    BERITA BARU ■ Tim Subdit Gakkum dari Polda Bali berhasil menggagalkan penyelundupan puluhan penyu hijau yang ditangkap oleh nelayan yang akan dibawa ke SERANGAN.

    Dari penangkapan itu, Minggu (12/7) dini hari tadi, Direktur Kepolisian Daerah Bali, Kombes Pol. Toni Ariadi Effendi, menekankan bahwa dia telah mengamankan 7 orang dan 36 kura-kura hijau.

    Penangkapan ini dimulai dengan patroli rutin dari tim Polairud dalam menjaga perairan Benoa dan sekitarnya.

    Saat patroli melihat kapal penangkap ikan milik nelayan yang mencurigakan, kapal itu akan memasuki perairan di SERANGAN.

    Petugas langsung merapat untuk melakukan pemeriksaan. Hasilnya ditemukan setidaknya ada 36 kura-kura hijau yang sampai sekarang masuk binatang yang dilindungi.

    Dari pengakuan Muhalim, kapten kapal bersama dengan 6 anggota kru mengatakan bahwa penyu diperoleh dari tangkapan di perairan Kerajakan dan rencananya akan dibawa ke seseorang yang dikenal sebagai Muhayat di SERANGAN.

    Bukti lain yang diamankan selain kura-kura laut dan kapten serta awaknya juga disita oleh kuil 3 unit 15 PK. Tidak dijelaskan apakah rencana pembeli bernama Muhayat juga ditahan.

    "Tim Polairud terus mengendalikan, terkait dengan keamanan di laut." Selain menjaga masuknya celah kapal dari luar, itu juga melindungi hal-hal yang melanggar hukum seperti penyelundupan habitat laut yang dilindungi, "tegasnya.

    Untuk kasus ini, kata Komisaris Effendi menjelaskan pelaku diancam Pasal 21 ayat 2 huruf (a) jo Pasal 40 ayat 4 UU No. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

    Selanjutnya, katanya, puluhan kura-kura akan menjadi tawanan pertama dan disimpan di BKSDA Denpasar yang akan dirilis kembali pada waktu yang ditentukan.

    Sementara pelaku masih diproses untuk pengembangan investigasi lebih lanjut.

    "Kami masih melakukan pengembangan lebih lanjut," pungkasnya. (MD / R-01)

    Komentar

    Tampilkan

    Berita Terbaru

    loading...
    loading...

    RELIGI

    +