• Jelajahi

    Copyright © BERITA BARU | Kabar Akurat Terpercaya
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    Wartawan Babak Belur Dikeroyok Massa, Begini Kata Polisi

    BERITA BARU
    Senin, 17 Agustus 2020, 19:24 WIB Last Updated 2020-08-17T12:24:34Z

     Wartawan Babak Belur Dikeroyok Massa, Begini Kata Polisi

    BERITA BARU ■ Lagi, peristiwa pengeroyokan terjadi dan menimpa seorang wartawan di Sumenep, Jawa Timur.

    Ihwal aksi pengeroyokan tersebut kemudian menjadi viral, pasca beberapa vidio beredar luas di laman media sosial, utamanya WA group.

    Informasi yang diterima, Video berdurasi 49 detik tersebut direkam salah seorang pengendara roda empat, saat melintas didepan Polsek Gapura, pada Senin, 17/08/2020.

    Dalam video itu, tampak puluhan orang menganiaya salah seorang wartawan. Selain dipukul berulangkali, korban juga dipukuli menggunakan helm.

    Menurut informasi yang diperoleh, korban bernama Kholik, wartawan media online bongkar86.

    Hingga berita ini dipublish, belum diketahui penyebab pasti terkait aksi pengeroyokan itu.


    Kasubag Humas Polres Sumenep AKP Widiarti mengatakan, bahwa insiden tersebut sementara diketahui tidak terkait tugas jurnalistik.

    “Rekan-rekan agar bersabar. Yang bersangkutan dalam kejadian tersebut bukan dalam rangka menjalankan tugas jurnalistiknya. Melainkan sebagai warga setempat (Gapura),” katanya  dalam penjelasan via pesan what’s app yang diterima awak media, sesaat yang lalu.

    Sementara itu, dikabarkan akibat insiden ini, korban mengalami luka parah di bagian wajah dan harus dilarikan ke rumah sakit. 

    Atas insiden ini, Ketua IWO Sumenep Trisno Surya mengaku sangat prihatin. Oleh karenanya, IWO Sumenep siap mengawal dan memberikan bantuan Hukum kepada Jurnalis yang di keroyok tersebut.

    "Atas nama IWO, kami sangat prihatin peristiwa penganiayaan ini terjadi. Semoga pihak berwenang dapat mengungkap fakta yang sebenarnya. Sementara IWO juga akan memberikan bantuan hukum, jika kemudian dalam prosesnya yang bersangkutan membutuhkan," pungkasnya.

    ■ R-01/JBN
    Komentar

    Tampilkan

    Berita Terbaru

    loading...
    loading...

    RELIGI

    +