• Jelajahi

    Copyright © BERITA BARU | Kabar Akurat Terpercaya
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    Fadli Zon: Melonjaknya Kasus Covid-19 Karena Pemerintah Terlalu Dini Menerapkan Kampanye New Normal

    BERITA BARU
    Kamis, 10 September 2020, 18:52 WIB Last Updated 2020-09-10T11:52:41Z

    Fadli Zon: Melonjaknya Kasus Covid-19 Karena Pemerintah Terlalu Dini Menerapkan Kampanye New Normal

    BERITA BARU ■ Anggota DPR Fraksi Partai Gerindra Fadli Zon menilai langkah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sangat tepat.

    Mantan wakil ketua DPR itu mengatakan bahwa melonjaknya kasus Covid-19 karena pemerintah terlalu dini menerapkan kampanye new normal.

    Karena itu, dia mendukung bila Anies menerapkan kembali PSBB seperti awal pandemi Covid-19.

    “Langkah yang tepat. Ini akibat kampanye new normal yang terlalu dini,” twit Fadli di akun @fadlizon di Twitter, Kamis (10/9).

    Seperti diketahui, Anies Baswedan mengumumkan ancang-ancang Pemprov DKI Jakarta memberlakukan penerapan PSBB seperti awal pandemik Covid-19, bukan PSBB Transisi seperti yang belakangan dilakukan. PSBB ketat akan mulai diberlakukan Senin 14 September 2020.

    “Bukan PSBB Transisi, tetapi melakukan PSBB sebagaimana masa awal dulu. Inilah rem darurat yang harus kami tarik,” ujar Anies malam tadi.

    Anies menegaskan bahwa ketika melakukan PSBB awal pandemik Covid-19, jumlah kasus positif maupun kematian bisa ditekan. Karena itu, penerapan PSBB seperti awal pandemik ini nantinya diharapkan bisa menyelamatkan nyawa warga DKI Jakarta.

    Pada prinsipnya, Anies berujar, mulai Senin 14 September 2020, kegiatan perkantoran nonesensial diharuskan melaksanakan dari rumah.

    “Bukan kegiatan usaha yang berhenti, tetapi bekerja dikantonya yang ditiadakan. Kegiatan usaha jalan terus, kegiatan kantor jalan terus, tetapi perkantoran di gedung yang tidak diizinkan beroperasi,” ujarnya.

    Ia menambahkan usaha rumah makan, restoran, kafe, diperbolehkan beroperasi. Namun, mereka tidak diperbolehkan menerima pengunjung untuk makan di lokasi restoran, rumah makan, maupun kafe.

    Anies beralasan pihaknya menemukan di tempat-tempat inilah terjadi interaksi yang menyebabkan pada penularan Covid-19. (sumber: jp)
    Komentar

    Tampilkan

    Berita Terbaru

    loading...
    loading...

    RELIGI

    +