-->
  • Explore

    Copyright © BERITABARU.ID | BERITA TERKINI, BERITA HARI INI INDONESIA
    Berita Baru Portal Berita Nasional

    Iklan

    Menu Bawah

    Tim Divhumas Polri : Ponpes Langgar Wali Jogoloyo Wonosalam Demak Tidak Terpapar Pengaruh Radikallisme

    BeritaBaru.id
    22 April 2021, 20.03 WIB Last Updated 2021-04-22T13:03:04Z

    BERITA BARU ■ Tim Divhumas Mabes Polri bersama Polda Jateng usai kegiatan di Semarang, langsung menuju ke wilayah Kabupaten Demak. 

    Kedatangan Tim Divhumas Polri dan Polda Jateng disambut KH. Akromulhadi pengasuh Pondok Pesantren Langgar Wali Jogoloyo Wonosalam Demak, pada Kamis Siang (22/4/21),

    Dalam kunjungan ke Pondok Pesantren Langgar Wali Jogloyo Wonosalam Demak, diikuti oleh Kabag Penum Ro Penmas Divhumas Mabes Polri, Kombes Pol Dr. Ahmad Ramadhan S.H., M.S., Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna, Kapolres Demak, AKBP Andika Bayu Adhitama, SIK, MH dan KH. Akromulhadi pengasuh Pondok Ponpes Langgar Wali Jogoloyo Wonosalam Demak, serta para santri dan juga Tim Divhumas Polri.

    Kabag Penum Ro Penmas Divhumas Mabes Polri, Kombes Pol Dr. Ahmad Ramadhan mengatakan, bahwa kedatangannya bersama Tim Divhumas Mabes Polri, dalan rangka untuk meliput kegiatan Ponpes Langgar Wali Jogoloyo Wonosalam Demak yang berada di Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

    Selain meliput kegiatan Ponpes, Ahmad menjelaskan, bahwa kedatangannya bersama TIM Divhumas Polri ke Ponpes Demak untuk menyampaikan program Mabes Polri mengenai kontra radikal.

    “Jadi sebelum kami sampai disini kami melakukan diskusi di Semarang. Apakah kontra radikal dan terorisme itu?, kontra radikal adalah bibit menjadikan seseorang untuk menjadi terorisme,” jelas Kombes Pol Dr. Ahmad Ramadhan S.H., M.S.

    Menurut Ahmad, terorisme ini bisa menghancurkan Negara dan umat di dunia ini. Program Kontra Radikalisme ini, program untuk membentengi diri atau pertahanan dari ancaman paham radikal kemasyarakat terutama generasi muda.

    “Sehingga, ketika kita kuat, paham paham ataupun doktrin radikallisme ini, tidak mudah masuk kedalam masyarakat. Jadi perlu dipahami juga bahwa teroris yang masuk ke Indonesia ini, melalui jalur jalur pendidikan pondok pesantren,” ucap Ahmad.

    Diungkapkannya, berbeda dengan Pondok Pesantren Langgar Wali Jogoloyo Wonosalam Demak tidak terpapar pengaruh radikallisme dan terorisme. Namun, ia juga berpesan, untuk tetap memperkokoh diri kepada santri dan masyarakat demak dari bahaya paham radikalisme yang menjadikan terorisme.

    “Untuk itu, jika kita sudah memperkokoh diri kita, segala bentuk paham paham radikalisme dapat kita lawan,” tutur Kabag Penum Ro Penmas Divhumas Mabes Polri.

    Sementar itu, pengasuh ponpes Langgar Wali Jogoloyo Wonosalam Demak, KH. Akromulhadi menyampaikan, bahwa ia sangat berterima kasih atas kedatangan Tim Divhunas Mabes Polri di pondoknya dalam menyampaikan bahaya paham radikalisme kepada tokoh masyarakat dan semua santrinya yang ada di pondok ini.

    “Saya yakin bahaya terorisme ini akan merusak semua santri dan kalangan anak muda melalui paham radikalisme, kita akan memberikan penjelasan lagi kepada mereka usai kegiatan ini nantinya,” ungkapnya.

    ( Imam Santoso /Hms )
    Your comment

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    BERITA TERBARU