-->
  • Explore

    Copyright © BERITABARU.ID | BERITA TERKINI, BERITA HARI INI INDONESIA
    Berita Baru Portal Berita Nasional

    Iklan

    Menu Bawah

    Ada 10 Kabupaten Di Sumsel Berpotensi Terjadi Karhutla

    BeritaBaru.id
    29 Mei 2021, 12.57 WIB Last Updated 2021-05-29T05:57:55Z

    BERITA BARU ■ Berdasarkan data yang dihimpun, ada 10 kabupaten dan kota memiliki potensi terjadinya karhutla di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), diantaranya, Kota Palembang, Musi Banyuasin, Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Muara Enim, OKU Timur, Lahat, Musirawas dan Kabupaten Musirawas Utara.

    Untuk menghadapi hal tersebut perlu dilakukan tindakan pencegahan dan penanganan yang serius dan segera dari jajaran Polri khususnya di Polda Sumsel sebagai bentuk dan tanggung jawab tugas dalam menghadapi karhutla  di provinsi Sumsel yang memiliki kawasan hutan sekitar 3,5 juta hektare.

    Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri S MM melalui Kabidhumas Polda Sumsel Kombes Pol. Drs Supriadi. MM mengatakan, langkah yang diambil untuk menanggulangi karhutla adalah kesiapan Polda Sumsel dengan menggelar perlengkapan dan kendaraan serta personel Satgas Karhutla.

    " Sehingga apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan dengan cepat dan sigap para petugas serta peralatan kendaraan dinas yang sudah disiapkan dapat bergerak dengan cepat untuk menuju lokasi kebakaran dan melakukan pemadaman api," Kata Supriadi MM di Palembang, pada Sabtu (29/5/2021).

    Selain itu, pihaknya juga akan melakukan penyebaran maklumat larangan membakar lahan dan hutan pada musim kemarau, sosialisasi dan mitigasi bahaya kebakaran hutan dan lahan di wilayah hukum Polda Sumsel untuk melakukan pencegahan dan penanggulangan karhutla, dan pihaknya bersinergi dengan BPBD Provinsi, Kabupaten/Kota, Babinsa dan Masyarakat Peduli Api di masing-masing wilayah.

    "Semoga upaya pencegahan dan penanggulangan  karhutla dapat berjalan dengan maksimal sehingga Sumsel dapat terhindar dari bencana kabut asap yang dapat menimbulkan gangguan berbagai aktivitas dan kesehatan masyarakat," pungkasnya.

    ■ Suherman

    Your comment

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    BERITA TERBARU