-->
  • Explore

    Copyright © BERITABARU.ID | BERITA TERKINI, BERITA HARI INI INDONESIA
    Berita Baru Portal Berita Nasional

    Iklan

    Menu Bawah

    Komisi XI DPR: Kurang Sosialisasi, Tarif Baru ATM Link Timbulkan Keresahan

    BeritaBaru.id
    22 Mei 2021, 15.54 WIB Last Updated 2021-05-22T08:54:02Z

    BERITA BARU ■ Empat Bank Himbara yaitu BRI, Bank Mandiri, BNI dan BTN sepakat akan mengenakan biaya untuk cek saldo sebesar Rp 2.500 dan penarikan tunai Rp 5.000 di jaringan ATM Link. 

    Sebelumnya tak ada biaya yang dikenakan alias gratis. Tarif baru tersebut efektif berlaku pada 1 Juni 2021.

    Kebijakan tersebut sudah diumumkan di masing-masing laman resmi keempat bank tersebut. Misalnya, Bank BNI mengumumkanya pada 16 April 2021. Bank BTN mempublikasikanya pada 15 April 2021. Sementara untuk BRI dan Bank Mandiri tidak diketahui waktu memposting pengumuman tersebut.

    Namun sayangnya kebijakan tersebut belum diikuti dengan sosialisasi yang mencukupi. Meskipun BNI sudah mengumumkannya di laman resminya, namun kebijakanya tersebut tidak diumumkan di akun media sosial. Akun Facebook milik BNI pada 16 April 2021 tidak memposting pengumuman tersebut.

    Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Heri Gunawan menyayangkan kebijakan yang terkesan ditutup-tutupi tersebut. Seharusnya, keempat Bank Himbara melakukan sosialisasi yang masif agar masyarakat bisa memahaminya.

    Tidak cukup hanya mempublikasikanya di laman resmi, bisa juga mempostingnya di akun media sosial, melakukan konferensi pers, membuat iklan di media cetak dan bentuk-bentuk komunikasi publik lainnya.

    "Pemberlakuan biaya untuk transaksi cek saldo dan penarikan tunai di jaringan ATM Link sejatinya bisa dimaklumi jika pengelola keempat Bank Himbara melakukan sosialisasi yang cukup. Sayangnya hal tersebut tidak dilakukan sehingga relatif menimbulkan keresahan di masyarakat," ujar Heri Gunawan yang juga menjabat sebagai Ketua Kelompok Fraksi Gerindra di Komisi XI DPR, pada Sabtu (22/5).

    Politisi yang memiliki panggilan beken Hergun itu menambahkan, pengumuman yang tercantum dalam laman resmi masing-masing bank tersebut dirasakan masih sangat terbatas dan belum bisa menjawab alasan dilakukannya pemberlakuan biaya.

    Bisa saja, pengelola bank melakukan konferensi pers sehingga bisa memberikan jawaban yang komprehensif. Masyarakat perlu mengetahui kondisi perbankan dan keputusannya memberlakukan biaya untuk transaksi cek saldo dan penarikan tunai.

    "Karena tidak semua masyarakat mengetahui kondisi perbankan, maka pengelola bank perlu mengambil inisiatif melakukan komunikasi yang intensif. Masyarakat perlu dijelaskan tentang keuntungan perbankan yang anjlok, biaya operasional yang meningkat, suku bunga pinjaman yang menurun dan informasi lainnya yang terkait dengan kebijakan tersebut," ujar Hergun yang juga menjabat sebagai Ketua DPP Gerindra.

    Agar tidak terjadi kesalahpahaman, kata Hergun, pengelola keempat bank juga perlu menjelaskan bahwa biaya tersebut hanya berlaku di ATM Link saja. Sementara untuk ATM bank yang bersangkutan masih gratis.

    "Jadi, masyarakat tidak perlu resah karena jika transaksi dilakukan dari ATM bank yang bersangkutan maka tidak akan dikenakan biaya. Masing-masing bank memiliki ATM yang cukup banyak sehingga nasabahnya bisa melakukan transaksi di ATM bank tersebut," tegas politisi yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPR itu.

    Misalnya, nasabah BRI bisa bertransaksi di ATM BRI yang berjumlah 16.558 mesin dan CRM BRI yang berjumlah 5.707 mesin. Nasabah BNI bisa bertransaksi secara gratis di ATM BNI yang berjumlah lebih dari 17.000 mesin. Demikian juga nasabah Bank Mandiri dan BTN.

    Selain itu, nasabah keempat bank tersebut juga bisa melakukan cek saldo secara gratis di aplikasi mobile banking dan internet banking.

    "Intinya komunikasi. Pengelola bank tidak boleh menutup-nutupi kebijakan baru tersebut. Kurangnya sosialisasi telah menyulut berbagai spekulasi," kata Hergun.

    Solusinya, direksi keempat bank harus segera menjelaskan secara komprehensif ke publik. Direksi tidak perlu takut kalau meyakini bahwa kebijakannya tersebut merupakan yang terbaik untuk perusahaan. Apalagi bila dibandingkan dengan biaya di jaringan ATM Bersama dan ATM Prima, biaya di ATM Link masih yang lebih murah.

    "Perlu juga dijelaskan, kalau kebijakan tersebut untuk menutupi kerugian, sebaiknya disampaikan sampai kapan waktu pemberlakukannya. Bagaimanapun bisnis perbankan salah satunya memberikan pelayanan, akan lebih baik jika perihal itu tetap gratis," ucap Hergun. (sumber: RMoL)



    Your comment

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    BERITA TERBARU