-->
  • Jelajahi

    Copyright © BERITABARU.ID | BERITA TERKINI, BERITA HARI INI INDONESIA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Sisi Lain Jalur Tengkorak Belik - Randudongkal, Ini Pengakuan Warga Pasca Bus Sinar Jaya Tabrak Dukun Bayi

    BeritaBaru.id
    09 Mei 2021, 02.48 WIB Last Updated 2021-05-08T19:48:13Z

    BERITA BARU ■ Lagi, peristiwa tragis terjadi di sekitar Candi Batur Ds Sikasur, Kecamatan Belik, Pemalang. Bus Sinar Jaya jurusan Wonosobo - Jakarta, pada Rabu 5 Mei 21 menyerempet sepeda motor dan menelan korban jiwa.

    Informasi yang berhasil dihimpun, korban yang merupakan Dukun Bayi di kampung tersebut tewas ditempat, sedangkan sang anak hanya mengalami luka-luka ringan. 

    Bus sinar jaya dari arah Purbalingga menuju Pemalang diduga melaju dengan kecepatan tinggi, sehingga menabrak seorang wanita dan anak kecil. 

    Korban wanita bahkan terseret hingga puluhan meter dan akhirnya meninggal ditempat.

    Bus AKAP terkenal di kalangan penumpang di pulau Jawa ini, menurut warga menyenggol motor yang kendarai oleh pemuda 20 tahunan dan seorang nenek serta balita  penduduk desa Sikasur.

    "Diduga, sang pembonceng (Ibu pengendara motor) saat terserempet, jatuhnya ke kolong Bus, sehingga  terseret oleh Bus besar tersebut hampir  25 Meter," kata Imam.

    Dia menambahkan, kondisi badan perempuan 40 tahunan yang berprofesi sebagai Dukun Bayi warga sekitar TKP ini remuk dan berserakan di aspal.

    "Sedangkan anaknya  (pengendara ) dan cucunya selamat, mereka  mengalami luka ringan, namun masih mengalami trauma dan shok," imbuhnya.

    Beberapa penduduk sekitar TKP,  juga masih bertetangga dengan korban, kepada BeritaBaru.Id menuturkan, saat itu terjadi keributan antara keluarga korban dan awak Bus.

    "Hampir  terjadi gesekan antara keluarga korban dengan awak Bus. Untungnya pada waktu itu, ada anggota Polsek Belik berada di TKP, sehingga insiden keributan bisa di redam oleh anggota dibantu warga yang berada di TKP," ujarnya.

    "Saya maklum bila keluarganya panik dan emosi, siapa sich yang mampu menyaksikan kematian keluarganya dengan cara tragis dan mengenaskan seperti itu?," imbuhnya.

    Ditambahkan oleh salah seorang warga bahwa, insiden Lakalantas di area Candi Batur, memang sering terjadi. 

    "Sebagai warga di area sekitar sini, kami sering menyaksikan kecelakaan tunggal atau tabrakan yang merenggut banyak korban," jelasnya.

    Dia pun mengingatkan agar pengguna jalan hendaknya berhati-hati kalau lewat di jalur Belik - Randudongkal atau sebaliknya. Menurutnya, karena selain agak sempit, menukik  juga berkelok tajam medannya.

    ■ Himawan

    Komentar

    Tampilkan

    1 komentar:

    1. Yang saya herankan pdahal penguna awak bus sudah tau medan di situ memang berbahaya karna jalan yang berliku tapi yng sering saya lihat pada kebut" tan

      BalasHapus

    Terkini