-->
  • Explore

    Copyright © BERITABARU.ID | BERITA TERKINI, BERITA HARI INI INDONESIA
    Berita Baru Portal Berita Nasional

    Iklan

    Menu Bawah

    SMSI: Satu Juta Masker Dibagikan Akan Sia-sia, Jika Masyarakat Tidak Peduli Dengan Kesehatannya

    BeritaBaru.id
    12 Mei 2021, 17.30 WIB Last Updated 2021-05-12T10:30:03Z

    BERITA BARU ■ Satu hari jelang Idul Fitri 1442 hijrah Serikat Media Siber Indonesia Kabupaten Lahat membagikan 500 masker kepada masyarakat yang berbelanja di pasar kota Lahat, pada Rabu pagi (12/5/2021).

    Apa yang dilakukan oleh SMSI Lahat ini adalah sebagai bentuk kesadaran dalam upaya memberikan edukasi kepada masyarakat agar turut berperan serta secara aktif menurunkan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Lahat.

    Hal tersebut sejalan dengan program 3M yang digaungkan oleh Pemkab Lahat, agar Kabupaten Lahat bisa segera terbebas dari Covid-19 virus yang sangat mematikan ini.

    "Apa yang kami lakukan seperti sekarang ini, sebagai wujud kepedulian kami kepada kabupaten Lahat agar bisa secepatnya bisa kembali ke Zona Hijau," kata Ade Sekretaris SMSI Lahat.

    Jika hal tersebut bisa dicapai, kata Ade, maka warga masyarakat kabupaten lahat bisa kembali beraktivitas tanpa rasa khawatir terpapar Covid-19," ucap Ade lagi sembari membagi bagikan masker.

    Namun menurut Ade, ada terselip kekhawatiran akibat dari kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan itu sendiri, bisa saja membawa Kabupaten Lahat ke Zona orange atau Zona Merah. 

    "Bisa kita saksikan bersama saat ini mayoritas warga masyarakat yang melakukan kegiatan sehari menjelang lebaran yang sama sekali tidak menggunakan masker ketika berada dikerumunan seperti pasar," ujar dia.

    "Satu juta pun masker yang dibagikan lanjutnya, akan sia sia jika masyarakat sama sekali tidak perduli dengan kesehatannya sendiri," imbuhnya.

    Seperti diketahui, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) masuk peringkat kelima dalam kasus tertinggi penyebaran Covid-19 se-Indonesia di tahun 2021 ini.

    Tingginya kasus penyebaran Covid-19 di Sumsel ini akibat Bed Occupancy Rate (BOR) di Palembang yang sudah mencapai 70 persen di atas standar WHO.

    Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan, untuk mengantisipasi lonjakan kasus tersebut Pemprov Sumsel membuka satu tower wisma atlet yang memiliki 567 kamar.

    " Jika kasus ini terus melonjak, tidak menutup kemungkinan tiga tower akan kembali dibuka," kata Herman Deru kepada wartawan pada  Rabu (12/5/2021).

    Herman Deru menjelaskan, untuk sementara waktu dibuka hanya satu tower, dan sekarang tower tersebut tengah dibersihkan supaya bisa dipungsikan.

    "Wali Kota Palembang sudah saya minta kembalikan Bed tempat tidur, maka BOR Palembang menjadi 40 persen, sehingga bisa lebih banyak menampung pasien," ujarnya.

    Gubernur Sumsel menjelaskan, pada Agustus 2020 tahun lalu, fasilitas di wisma atlet dinonatifkan, karena jumlah kasus Covid-19 terkonfirmasi positif menurun.

    Sebelumnya, Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga Hartanto menyebutkan, jika terjadi lonjakan kasus di lima provinsi.

    Lima provinsi tersebut yakni Kepulauan Riau, Riau, Aceh, Kalimantan dan Provinsi Sumatera Selatan yang masuk dalam daftar lonjakan kasus Covid-19 2021.

    ■ Suherman
    Your comment

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    BERITA TERBARU