-->
  • Jelajahi

    Copyright © BERITABARU.ID | BERITA TERKINI, BERITA HARI INI INDONESIA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Dewi Aryani Apresiasi Kinerja Puskesmas Tangani Covid-19

    BeritaBaru.id
    29 Juli 2021, 08.36 WIB Last Updated 2021-07-29T01:36:52Z

    BERITA BARU ■ Masih dalam masa reses, pada Rabu (28/7), Dr. Dewi Aryani, anggota komisi IX DPR RI Fraksi PDI Perjuangan melakukan kunjungan ke Puskesmas Jatibogor Kabupaten Tegal.

    Dalam kunjunganya, DeAr (nama akrabnya) menilai baik kinerja Puskesmas tangani covid 19, seperti yang disampaikan, “ Puskesmas cukup sigap menangani pelayanan Covid-19, hal itu saat kami pantau secara langsung maupun data data yang di dapat menunjukan puskesmas sigap,” Tutur DeAr.

    Dewi Aryani juga mengapresiasi usulan dari salah satu Kepala Puskesmas. Kepala Puskesmas memberikan usulan terkait alat SWAB PCR harus ada di RS. Suradadi. 

    "Menurut saya menjadi catatan agar kedepan dapat kita perjuangkan, Sehingga untuk pasien yang terpapar positif Covid-19 tetap bisa melaksanakan testing, tracing dan treatment, Mengingat SWAB PCR hanya dilaksanakan di RS. Soesilo dan satu-satunya di Kabupaten Tegal,” tandas Dewi Aryani.

    Dewi Aryani melalui tenaga ahlinya menyerahkan bantuan biskuit balita dan ibu hamil.

    Data yang berhasil di himpun dalam kunjungan ke Puskesmas Jatibogor diantaranya mengenai penanganan pandemi Covid-19 pelayanan Puskemas Jatibogor  dalam melayani pasien dan menangani Covid-19  bertanggung jawab bersama dari lintas sektor baik masyarakat, tim satgas desa, puskesmas, satgas kecamatan, Forkompimcam Kecamatan Suradadi.

    Sejak awal Maret 2020 hingga akhir  Juli 2021 data terkonfirmasi pasien Covid-19 tercatat 331 orang positif, 522 orang sembuh 26 orang meninggal, 18 orang dirawat dari rumah sakit, 17 orang isolasi mandiri.


    Sementara  Bidan Desa yang bertugas di tiap desa ada 12 Orang per Desa.

    Jam operasional  07.30-12.00
    Jam pelayanan 07.30-10.00 wib di loket pendaftaran (Senin-Kamis)
    07.30-09.00 (Jumat)
    07.30-09.30. (Sabtu)

    Namun demikian jika  ada gawat darurat dan harus ada tindakan tetap dilayani walaupun lewat jam pendaftaran.

    Bagi warga yang terpapar pendemi Covid-19 yang memilih Insoman di rumah tetap dipantau oleh bidan kesehatan dan kader kesehatan.

    Kader Kesehatan Tiap Desa Ada 2 Kader Desa / Desa untuk Tracer.

    Orang bergejala bisa ke puskesmas, bisa pelayanan via wa. Kalau ada keluhan semakin sesak bawa ke rumah sakit. Orang bergejala dan tidak bergejala pelayanan terpisah dan tempat duduk terpisah. Anosmia disarankan untuk rapid tergantung pasien ada yang mau dan tidak. Rapid untuk pasien free obat Covid-19. Obat Covid-19 antivirus dan acitrunusin tidak ada di puskesmas.

    Untuk Pelayanan Ibu Melahirkan Anak

    Pelayanan ibu melahirkan dan anak tetap dilayani tapi 11 bidan yang terpapar postif kekurangan tenaga bidan. Bidan isoman 14 hari. Untuk ibu melahirkan untuk melahirkan terlabih dahulu di swab antigen. Jika positif akan dirujuk ke rumah sakit. Jika negatif tetap dilayani di puskesmas. Ada pengalaman pasien positif dibawa ke rumah sakit alhasil penuh dirawat. Untuk pasien yang melahirkan minimal 6 jam puspartum pasca melahirkan sudah bisa pulang. Pelayanan covid dan pelayanan tidak covid dipisah. Petugas di rolling. Untuk petugas kesehatan yang bergelajala batuk pilek disarankan tapi wajib dilakukan swab di puskesmas, jika terpapar positif 14 hari.
    Untuk petugas kesehatan yang tidak bergejala tidak swab.

    Total Bidan Desa Ada 12 Orang per Desa, Dengan Rincian Sebagai Berikut:

    1. Bidan Desa Sidaharja ada 2 orang

    2. Bidan Desa Jatibogor 2 orang

    3. Bidan Desa Karang Mulya 2 orang

    4. Bidan Desa Gembong dadi 2 orang

    5. Bidan Desa Harjosari 3 orang

    6. Bidan Desa Karangwuluh 1 orang

    Bidan Puskesmas yang tugas di Puskesmas Jatibogor ada 3 orang

    Bidan Maper mampu persalinan yang menanganin melahirkan ada 8 orang.

    ■ Roni

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini