-->
  • Jelajahi

    Copyright © BERITABARU.ID | BERITA TERKINI, BERITA HARI INI INDONESIA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Diduga Bocor, Razia Odong Odong Hanya Dapatkan Satu Target

    BeritaBaru.id
    13 Juli 2021, 16.01 WIB Last Updated 2021-07-13T09:01:29Z

    BERITA BARU ■ Odong odong yang saat ini menjamur di banyak perkampungan menjadi target razia petugas, pasalnya selain dalam masa PPKM di khawatirkan bisa menjadi cluster penuralan virus covid 19, juga odong odong diduga tidak memiliki ijin trayek maupun ijin modifikasi kendaraan bermotor.

    Sesuai perundang-undangan yang berlaku, Undang-Undang Lalulintas No. 22 Tahun 2009, modifikasi kendaraan odong-odong menyalahi aturan yaitu dalam kategori kendaraan Over Dimensi Over Loading (ODOL), berpotensi terjadi kecelakaan dengan menurunnya fungsi teknis setelah dimodifikasi, tidak ada asuransi kecelakaan, dapat merugikan operasional trayek angkutan penumpang umum, dan melanggar protocol kesehatan selama masa PPKM diberlakukan.

    Dalam Razia gabungan yang melibatkan TNI-Polri, Dishub, DPMPTSP (Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu), dan Satpol PP Kabupaten Brebes, pada Senin (12/7) di wilayah hukum Polres Brebes, petugas  hanya mendapati satu target.

    “Kendaraan odong-odong yang mengangkut banyak penumpang adalah melanggar protokol kesehatan karena penumpangnya berdesak-desakan. Ini potensi penyebaran virus corona,” ujar Dansubdenpom IV/1-4 Brebes melalui Serma Casmudi. 

    “Jadi kedepannya, para pengemudi, pembuat, dan penjual odong-odong bisa dikenakan sanksi pidana,” tegasnya.

    Ia menilai, info razia yang Sebelumnya sudah dimulai pada Kamis lalu itu (8/7), kali ini juga bocor ke para pengemudi odong-odong, sehingga dalam razia kali ini hanya mendapatkan satu target.

    Dalam Razia tersebut, Petugas menurunkan para penumpang kemudian menilang pengemudi dan selanjutnya menyita serta mengamankan odong-odong ke Satlantas Polres Brebes.

    Petugas gabungan sebelumnya mendatangi salah satu bengkel  pembuat odong-odong di wilayah kecamatan Ketanggungan dekat RSUD Ketanggungan. 

    Sementara itu, Kepala Bidang Lalulintas Dishub Brebes, M. Reza Prisman menjelaskan, selama PPKM Darurat, pihaknya bersama pihak terkait tersebut sifatnya masih akan rutin hunting kemudian menilang atau menyita barang bukti odong-odong.

    Dikatakanya, razia itu merupakan edukasi awal dimana selanjutnya adalah menindak tegas para pemilik dan bengkel odong-odong yang masih buka hingga saat ini, karena kendaraan itu bukan moda transportasi umum.

    Yang perlu masyarakat ketahui, pengoperasionalan kendaraan odong-odong menyalahi UU Lalulintas No. 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan, Begitu juga melanggar peraturan pemerintah terkait perizinan usaha, serta melanggar surat edaran bupati tentang PPKM darurat.

    “Pemilik odong odong dapat mengambil kendaraanya jika telah memenuhi syarat yakni normalisasi kendaraan ke bentuk semula sesua UU Lalu Lintas.” terangnya.

    ■ Roni / Aan
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    SYIAR ISLAM

    +