-->
  • Explore

    Copyright © BERITABARU.ID | BERITA TERKINI, BERITA HARI INI INDONESIA
    Berita Baru Portal Berita Nasional

    Iklan

    Menu Bawah

    Forum Gempur Minta Bupati Pemalang Libatkan Ulama Dalam Penanganan Covid-19

    BeritaBaru.id
    11 Juli 2021, 17.08 WIB Last Updated 2021-07-11T10:08:21Z

    BERITA BARU ■ Ekonomi Indonesia terpuruk sejak wabah covid melanda negeri ini. Berbagai keluhan masyarakat umum dan pelaku usaha, makin masif diunggah warganet dilaman medsos,  utamanya menyikapi kebijakan pemerintah pusat dan daerah, datang silih berganti.

    Seperti yang sedang di alami saat ini (pelaksanaan PPKM Darurat) nyaris melumpuhkan perputaran roda ekonomi secara umum, tak terkecuali menimpa juga pada warga di Kabupaten Pemalang.

    Menyikapi keadaan tersebut, Gerakan Masyarakat Pemalang  untuk perubahan yang lebih baik (Forum Gempur), kepada Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo dan wakil Bupati Mansyur  Ir Hidayat melalui surat terbuka  meminta pada pucuk pimpinan di Kabupaten agar dalam penangangan pandemi Covid 19, pemerintah Daerah melibatkan kyai khos, habib, Waliyullah dan ulama serta tokoh agama lainnya untuk melaksanakan doa bersama kaumnya/ jamaahnya.

    Menurut Ketua Umum Gempur Eddy Kusnaedi, hal ini dilakukan sebagai salah satu ikhtiar agar pandemi di kabupaten Pemalang khususnya dan di tempat lain pada umumnya segera berakhir.

    Selain itu, dalam suratnya Forum Gempur memohon agar pembatasan aktivitas warga yang selama ini dilakukan, supaya ditiadakan, karena segala bentuk kegiatan yang bersifat imbal balik terkait mengais rezeki merupakan bagian dari ikhtiar mempertahankan ketahanan ekonomi keluarga.

    "Usulan tersebut sangatlah nyambung dan terkait erat dengan visi misi pasangan Agung-Mansyur yakni Adil makmur agamis dan ngangeni (AMAN) serta selaras dengan beberapa program unggulan yang sudah mulai di genjot dari awal pelantikannya," kata Eddy Kusnaedi, pada Minggu (11/7). 

    Menurutnya, jurus unggulan yang di andalkan adalah Desa sinergi, Desa wisata, Desa digital dan Kota Industri (3D1K) perlu penyesuaian kondisioning dengan peraturan PPKM Mikro ataupun PPKM Darurat.

    Surat yang konon sudah di baca oleh pasangan Bupati Pemalang tersebut,  Eddy Kusnaedi menjelaskan, bahwa di saat kondisi kurang berdaya, masyarakat Pemalang, masih mendukung upaya Pemkab Pemalang terus memperkuat ekonomi rakyat. 

    "Terbukti warga banyak yang mendoakan agar mereka senantiasa di beri kesehatan," katanya.

    Namun demikian, pihak Gempur meminta, sakit dan laparnya rakyat di Kabupaten Pemalang, perlu di beri solusi terbaik.

    "Bila perlu bikin Perda, dengan memberi keleluasaan dan kelonggaran dalam menjalankan kelangsungan usahanya, pelaku UMKM diharapkan bisa bangkit dari keterpurukan. Tidak kalah pentingnya, kegiatan  beribadah harus kita dukung bersama, sehingga masyarakat tidak punya anggapan ada sesuatu yang membatasi," paparnya.

    Terkait penerapan protokol kesehatan, Forum Gempur menilai warga Pemalang sangat patuh dan taat. 

    "Sampai dengan saat ini, tidak ada penolakan apa lagi menjadikannya sebagai permasalahan," jelas Ketum Gempur saat dikonfirmasi melalui sambungan WA.

    Di lokasi dan tempat berbeda, beberapa pedagang hasil bumi antar wilayah mengaku terpaksa intensitas pengiriman berkurang, karena berbagai alasan.

    "Saya tidak berani kirim malam hari, takut terhambat PPKM Darurat. Padahal siang harinya waktu paling pas mengambil barang dagangan dari tangan petani," ucap Birin, distributor Jahe, warga Penakir, Pemalang.

    Dia menambahkan, permintaan barang pun turun drastis. Namun boss jahe ini tidak mau menghubungkan fenomena tersebut terkait dengan kebijakan yang sedang berjalan saat ini.

    ■ Himawan
    Your comment

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    BERITA TERBARU