-->
  • Jelajahi

    Copyright © BERITABARU.ID | BERITA TERKINI, BERITA HARI INI INDONESIA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Peduli Difabel, Dewi Aryani Prioritaskan Vaksin Pada Kalangan Berkebutuhan Khusus

    BeritaBaru.id
    31 Juli 2021, 19.53 WIB Last Updated 2021-07-31T12:53:06Z

    BERITA BARU ■ Dr. Dewi Aryani, M.Si Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDI Perjuangan kembali menggelar vaksinasi massal di 10 titik, salah satu diantaranya adalah vaksinasi massal khusus untuk difabel Kabupaten Tegal.

    10 titik tersebut diantaranya adalah Desa Kepunduhan, Kramat, Tembok Luwung, Pendopo Kecamatan Slawi, Kabunan,Dukuhwaru, Balaradin , Kesuben, Lebakgowah dan khusus difabel di laksanakan di kantor difabel Kabupaten Tegal di Kecamatan Adiwerna. 

    Masing-masing lokasi di targetkan 100 orang dan 200 orang di kantor difablel. sedangkan khusus untuk kalangan difabel sendiri yang akan di vaksin pertama kali sebanyak 100 orang. 

    “Vaksin khusus masyarakat berkebutuhan khusus atau difabel ini merupakan yang pertama kali di laksanakan di Kabupaten Tegal. Mereka harus mendapatkan prioritas juga agar segera dapat terbentuk kekebalan tubuhnya dan aman dalam melaksanakan aktivitas sehari-sehari, akan tetapi mereka tetap kita ingatkan bahwa disiplin prokes tetap menjadi kewajiban yang harus di perhatikan”, ujar DeAr sapaan akrab wanita yang selalu aktif turun menyambangi masyarakat Dapil Jawa Tengan IX (Kabupaten Tegal, Kabupaten Brebes dan Kota Tegal), pada Sabtu (31/7).

    Hadir mendampingi DeAr diantaranya adalah pejabat dari Kemenkes, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial dan para Kepala Desa di wilayah titik vaksinasi masing-masing.

    Tak kurang dari 100 tenaga kesehatan dikerahkan untuk menyukseskan kegiatan vaksinasi ini.

    Dewi menjelaskan bahwa vaksinasi ini harus di lakukan secara masif oleh pemerintah agar herd immunity dapat segera terbangun secara cepat apalagi saat ini sudah muncul varian-varian virus covid baru yang lebih ganas. 

    Untuk di pahami bahwa salah satu tempat hidup yang dipilih virus dengan jenis baru adalah manusia dengan kekebalan tubuh atau inang yang rentan. Oleh karena itu, kekebalan tubuh secara komunal sangat dianjurkan untuk meminimalisir munculnya mutasi atau virus varian baru.

    “Jika masih banyak kelompok rentan dalam hal ini kelompok masyarakat yang belum divaksinasi serta tidak menerapkan protokol kesehatan dengan baik maka kekebalan kelompok belum terbentuk. Sehingga hal itulah yang menjadi sumber transmisi dan kemunculan mutasi virus dengan varian baru," tandas Dewi Aryani membeberkan.

    ■ Roni
    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini