-->
  • Jelajahi

    Copyright © BERITABARU.ID | BERITA TERKINI, BERITA HARI INI INDONESIA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Rekontruksi Pembunuhan Sadis Driver Ojol Peragakan 24 Adegan

    BeritaBaru.id
    15 Juli 2021, 23.13 WIB Last Updated 2021-07-15T16:13:36Z

    BERITA BARU ■ Polres Brebes bersama Kejari Brebes dalam kasus pembunuhan sadis yang menewaskan driver ojol (Ojek Online) melakukan reka ulang, pada Rabu (14/7) di Play Over Kramatsampang, Kecamatan Kersana, Kabupaten Brebes.

    Tercatat ada 24 adegan yang diperlihatkan pelaku dalam melakukan aksinya, termasuk saat memesan ojol hingga melakukan penganiayaan.

    Dalam Rekontruksi kasus pembunuhan sadis tersebut, Polres Brebes menghadirkan pelaku (Ahmad Jalaludin 21 tahun) dan menghadirkan sejumlah saksi termasuk Bibi Pelaku yang sempat dititipin motor hasil kejahatan tersebut.

    ” Dari reka ulang tadi, Pelaku memperagakan sedikitnya ada 24 adegan, termasuk saat Pelaku membakar korban dengan sampah dari rumput kering dengan Korek Api Gas warna hijau yang diambil dari Saku Celana Pelaku,” ujar Kanit 1 Satreskrim Polres Brebes Aiptu Titok Ambar Pramono.

    Reka adegan ulang perkara tersebut dilakukan untuk kelengkapan terkait kasus ini, sebelum korban dibakar, Pelaku sempat memukul korban dengan tangan kosong berulang-ulang, hingga akhirnya korban tersungkur dari sepeda motornya. 

    "Adapun motif dari Pelaku lantaran ingin memiliki sepeda motor korban, sedangkan alasan Pelaku membakar korban, karena ingin menghilangkan jejak yang ia lihat dari televise dengan cara dibakar, sehingga Pelaku melakukan hal brutal tersebut kepada korban," beber Aiptu Titok Ambar Pramono.

    "Pelaku terancam hukuman  15 tahun penjara  dengan dikenakanya  Pasal 365 Ayat 3 atau 338  KUHP," ujar Kanit 1 Satreskrim Polres Brebes Aiptu Titok Ambar Pramono dan Kanit Polsek Kersana Aipda Lilik Arfianto. 

    Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Brebes Nugroho Tanjung menyebutkan, rekonstruksi dilakukan untuk mengetahui dengan jelas sesuai kronologi kejadian secara faktual dilapangan, sehingga proses hukum berjalan dengan asas keadilan.

    “Rekonstruksi ini sangat penting, sebagai gambaran yang jelas tentang terjadinya suatu tindak pidana tersebut dan untuk menguji kebenaran keterangan Pelaku ataupun saksi-saksi yang ada, sehingga dapat diketahui benar tidaknya tersangka melakukan Tindak Pidana terbut,” jelas Nugroho Tanjung.

     (Roni/SDK)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    SYIAR ISLAM

    +