-->
  • Jelajahi

    Copyright © BERITABARU.ID | BERITA TERKINI, BERITA HARI INI INDONESIA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Belum Diresmikan, Jalingkut Tegal Brebes Diduga Ada Oknum Yang Buka Akses

    BeritaBaru.id
    19 Agustus 2021, 13.34 WIB Last Updated 2021-08-19T06:34:11Z

    BERITA BARU ■ Jalan Lingkar Utara ( Jalingkut ) yang menghubungkan Kabupaten Brebes dan Kota Tegal hingga saat ini masih belum diresmikan, namun diduga jalan tersebut telah dimanfaatkan pengguna jalan untuk akses, bahkan diduga Truk Truk besar melewati jalan tersebut sehingga dihawatirkan kondisi jalan akan cepat rusak.

    Ahmad Sugiarto (40), salah satu pemerhati jalan raya di Kabupaten Brebes mengatakan, “Jalan lingkar Utara (Jalingkut) ini belum di resmikan dan belum di lakukan uji kelayakan keamanan sehingga jelas belum boleh dilalui kendaraan besar,” Ujar Sugiarto kepada media, pada Kamis (19/8). 

    “Untuk para pelanggar di jalan lingkar Utara (jalingkut) seperti truk truk sumbu besar yang memuat urugan untuk bisnis supaya Forum Lalulintas bisa menindaknya dengan tegas, karena kalau terjadi kerusakan nanti kerugiannya pada masyarakat juga, tentunya kami sebagai masyarakat wajib mengawasi dan menjaga aset milik negara,” imbuhnya.

    Sementara Dwi Deni, ST.MT Selaku Staf Teknik Pengawas dari satuan kerja PPK 01 Tegal saat di jumpai awak media menyampaikan, "kalau hasil kesepakatan dari Forum Lalulintas ( Polres, Dishub, PUPR) bahwa Jalan lingkar utara sepanjang 14,9 kilometer dari Klampok Brebes hingga Pertigaan TPS Kota Tegal tidak boleh dibuka lantaran belum di resmikan dan belum di lakukanya uji kelayakan dari dinas terkait,” ujar Deni ketika ditemui di Kantor PUPR Tegal Kota.

    “Terkait adanya informasi truk-truk sumbu besar yang masuk ke jalan lingkar Utara (Jalingkut) kami tidak pernah memberi ijin, mungkin di duga ada oknum yang membuka akses jalan untuk kepentingan bisnis pribadi ,sehingga beberapa ruas jalan di Jalan lingkar Utara (jalingkut) terlihat kotor dan mengalami kerusakan, untuk itu kami akan mengecek dulu ke lokasi," ungkapnya.


    Lebih lanjut Deni menambahkan, terkait uji laik fungsi masih dalam proses pemenuhan, bahwa paket tersebut belum diresmikan dan dibuka secara resmi, kami bersama Forum Lalu Lintas sepakat untuk menutup jalan tersebut sampai dengan di buka secara resmi, selama PPKM dari forum sendiri juga memperketat penutupan jalan lingkar Utara.

    “Terkait penutupan jalan ini sudah sesuai dengan Undang-Undang nomor 22 tahun 2009, apabila ada yang melanggar kemudian membukanya, maka bisa dikenakan sanksi pidana yakni sesuai pasal:175 ayat (2) dengan pidana atau denda 350 juta rupiah,” tegasnya.

    Di tempat yang sama Moh. Subkhan selaku masyarakat dan tokoh LSM di Brebes mengatakan, bahwa seharusnya penutupan di Jalingkut ini untuk pengamanan keseluruhan badan jalan dari titik (nol) dari kabupaten Brebes sampai Kota Tegal, jadi bukan di titik kurang lebih satu (1) kilo meter menjorok ke utara, sehingga masih ada ruas jalan yang tidak ditutup.

    "Penutupan jalan lingkar Utara (Jalingkut) ini seharusnya di tarik lagi kedepan dan di kawal oleh pihak berwajib, sehingga kemudian bisa menghambat laju truk truk yang besar yang berpotensi mengotori dan merusak jalan yang belum diresmikan," pungkasnya.

    ■ Roni/Hr
    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini