-->
  • Jelajahi

    Copyright © BERITABARU.ID | BERITA TERKINI, BERITA HARI INI INDONESIA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Dianggap NU Dan Parpol Beda Tipis, Gus Ali Ingatkan Niatan Awal Pendiri NU

    BeritaBaru.id
    02 Agustus 2021, 08.15 WIB Last Updated 2021-08-02T01:15:49Z

    BERITA BARU ■ Nahdlatul Ulama (NU) didirikan oleh para wali yang membuat peluang-peluang kepada para santri untuk berkhidmah.

    Hal itu disampaikan Gus Ali Nubhan, Pengasuh Pondok Pesantren As Saifi Pancasila Sakti saat ditemui di kediamannya di Desa Lebakgowah, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal, pada Minggu (1/8/2021).

    "Saya ini santri, makanya saya merasa diri saya masih kotor, saya berusaha semaksimal mungkin meluruskan niatan awal para wali dan para kyai membuat organisasi yang namanya NU," tegas Gus Ali saat menyikapi perkembangan menjelang gelaran Konfercab NU di Kabupaten Tegal.

    Sebagai santri Gus Ali pun mengaku dirinya masih kotor dan mencoba berkhidmah kepada NU agar bisa dibersihkan.

    "Kami merasa kotor yang akhirnya mencoba berkhidmah kepada NU agar kotoran-kotoran yang ada pada diri saya itu dibersihkan lewat khidmah saya kepada NU," ungkap Gus Ali.

    Saat disinggung salah satu upaya yang akan dilakukan untuk menyikapi perkembangan yang ada, Gus Ali mengaku prihatin.

    "Saya prihatin ketika saya terjun ke lapangan dari 18 MWC NU + 1 = 19 di Kabupaten Tegal yang hanya sekali lagi di iming-imingi, yang akhirnya menjadikan dia tidak memilih secara murni, atau memilih karena di iming-imingi sesuatu," terang Gus Ali.

    Menurut Gus Ali adanya dugaan permainan itu sangat besar potensinya.

    "Jujur saya pribadi tidak menyudutkan salah satu kandidat, baik yang sudah muncul maupun yang akan muncul namanya," tandas Gus Ali.

    Gus Ali dalam kesempatan itu mengajak kepada orang-orang yang merasa NU di Kabupaten Tegal untuk bersama-sama meneruskan niatan awal NU.

    "Yuh mbokyaha orang-orang yang merasa dirinya NU di Kabupaten Tegal itu bareng-bareng untuk kita yakin bersama bahwa NU dibangun oleh para wali, para kyai agar supaya generasi penerus seperti kita bisa meneruskan niatan beliau," ajak Gus Ali.

    "Sekarang ini antara NU dan partai politik (parpol) beda-beda tipis," ujar Gus Ali, sembari berdoa kepada mereka yang secara niat kurang lurus.

    Dikemukakan Gus Ali, bahwa niat itu adanya di hati masing-masing. Ia pun berusaha semaksimal mungkin meng-hamba kepada Allah SWT. Apa yang terjadi Gus Ali yakin sudah menjadi suratan takdir.

    "Tapi mbokyaha secara syareat kita wajib berikhtiar untuk sebisa mungkin meluruskan apa yang menjadi niat para pendiri-pendiri awal," lanjut Gus Ali, mengingatkan.

    "NU kuwe sing gawe wali karo kyai angger pan go dolanan (NU itu yang membuat wali dan kyai kalau mau dibuat mainan-red), apalagi disamakan dengan parpol pasti alamnya tidak mau menerima, makanya ada bahasa menurut saya itu seleksi alam," jelas Gus Ali.

    Gus Ali berharap Ketua Tanfidziah NU Kabupaten Tegal mendatang harus berani menyejajarkan dirinya dengan Bupati, karena yang sekarang terjadi tidak demikian.

    "Karena yang sekarang Tanfidziah-nya birokrat yang posisinya selalu dibawah Bupati. Dalam waktu tertentu seorang Bupati memanggil, mana itu Ketua Tanfidz mana itu bawahan, Bupati tidak bisa membedakan," jelas Gus Ali.

    Terakhir, Gus Ali terkait Konfercab NU sembari menegaskan bahwa dirinya peduli NU dan tidak sedang membersihkan orang, kembali berharap Allah SWT memberikan jalan terbaik menurut yang Allah SWT inginkan.

    ■ Roni
    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini