-->
  • Jelajahi

    Copyright © BERITABARU.ID | BERITA TERKINI, BERITA HARI INI INDONESIA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Nekat Gelar Acara Dangdut Agustusan Di Tengah PPKM, Kades Di Kendal Diperiksa Polisi

    BeritaBaru.id
    22 Agustus 2021, 13.50 WIB Last Updated 2021-08-22T06:50:10Z

    BERITA BARU ■ Beredar di beberapa grup whatsapp sebuah video amatir nampak orang yang diduga merupakan Kepala Desa di Kabupaten Kendal nekad gelar acara agustusan pentas seni dangdut, bahkan terlihat seperti tidak suka saat petugas kepolisian memberi arahan meminta untuk memberhentikan acara, padahal di tengah situasi PPKM.

    Diketahui hal tersebut terjadi dalam sebuah acara peringatan Kemerdekaan RI ke-76 di Desa Kebonagung, Kecamatan Ngampel, pada Selasa malam (17/8). 

    Adalah Widodo, Kepala Desa Kebonagung yang nekad menggelar acara agustusan di tengah larangan berkerumunan tersebut.

    Menanggapi hal tersebut, Kapolres Kendal, AKBP Yuniar Ariefianto saat dikonfirmasi sangat menyayangkan sikap Kepala Desa Kebonagung yang tidak memberi contoh yang baik bagi warganya. 

    “Seharusnya seorang Kades bisa memberi contoh yang baik. Bukan malah berani melawan petugas yang mencoba mengingatkan agar acara dihentikan, karena masih dalam pelaksanaan PPKM," kata Kapolres Kendal, pada Rabu (18/8/).

    Menurutnya, dalam pelaksanaan PPKM dan aturan pemerintah jelas bahwa belum boleh untuk mengadakan acara peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-76 yang bisa mengundang kerumunan warga.

    "Ini jelas sudah melanggar aturan prokes dan sudah kita ingatkan, tapi malah melawan. Jadi sangat kurang pas sebagai seorang Kades. Ya nanti akan kita proses. Karena kalau didiamkan bisa kontra produktif," tandas Kapolres.

    Sementara pada Kamis (19 /8) kemarin, Kades Kebonagung didampingi Ketua Paguyuban Kades Kendal, Abdul Malik akhirnya mendatangi Mapolsek Pegandon, kedatangan Kades ke Mapolsek Pegandon, bermaksud  ingin menemui Kapolsek, AKP Zaenal Arifin, dan meminta maaf atas kesalahpahaman yang terjadi saat Polisi membubarkan pentas musik dangdut Agustusan di Desa Kebonagung. 

    Namun, Kapolsek Pegandon tidak berada di kantor karena ada kegiatan pemantauan vaksinasi di dua lokasi.

    Menanggapi Kades Kebonagung yang bermaksud meminta maaf, Kapolres Kendal AKBP Yuniar Ariefianto mengatakan, Kades tidak perlu datang ke polsek dan minta maaf karena permasalahan yang dilakukan oleh Kades tidak ada hubungannya.

    "Kades tidak perlu datang ke Mapolsek untuk minta maaf terkait insiden pentas musik dangdut Agustusan," kata Kapolres Kendal, AKBP Yuniar Ariefianto, pada Sabtu (21/8). 

    "Seorang pemimpin bagi warga desanya harusnya memberikan contoh yang baik. Ini malah bikin pertunjukan pentas musik dangdut dan timbulkan kerumunan. Sudah jelas itu dilarang, dibubarin malah nantang polisi," terangnya.

    Yuniar menjelaskan kedatangan Polri di lokasi pentas musik dangdut merupakan tugas dan bagian dari kehadiran negara untuk memastikan keselamatan warga. 

    “Datangnya polisi ke lokasi pentas musik Agustusan sudah menjadi tugas dan bagian dari kehadiran negara untuk mencegah penyebaran Covid-19,” jelasnya.

    Kapolres menambahkan, seharusnya Kades justru harusnya meminta maaf kepada seluruh masyarakat khususnya Kabupaten Kendal karena telah membahayakan masyarakat karena menimbulkan kerumunan. 

    "Sebaiknya Kades minta maafnya ke seluruh masyarakat, khususnya Kabupaten Kendal bukan minta maaf ke Polisi. Kita cuma menjalankan tugas dan sudah kita laksanakan dengan baik," tambahnya.

    Kasus hukum tetap akan dilakukan kepolisian dengan terus melakukan penyelidikan semua pihak yang terlibat.

    "Polisi tetap akan melakukan penyelidikan dengan terlebih dahulu melakukan tes antigen kepada mereka yang terlibat. Mulai dari pemain musik hingga warga yang hadir untuk memastikan ada atau tidaknya penyebaran Covid-19,” ujarnya.

    Hingga berita di turunkan, belum ada informasi dari Widodo, Kades Kebonagung. (Roni/Hms)

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini