-->
  • Jelajahi

    Copyright © BERITABARU.ID | BERITA TERKINI, BERITA HARI INI INDONESIA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Dianggap Tidak Ada Sosialisasi, Warga Desa Timbangreja Tolak Pembangunan Tower

    BeritaBaru.id
    22 September 2021, 02.26 WIB Last Updated 2021-09-21T19:26:03Z

    BERITA BARU ■ Buntut dari penolakan warga terkait pembangunan tower yang ada di lingkungan Rt. 02 Rw. 04 Desa Timbangreja Kecamatan Lebaksiu Kabupaten Tegal, serta menindaklanjuti surat pernyataan penolakan warga, puluhan warga Desa Timbangreja didampingi kuasa hukumnya MC. Wildanil, SH, dan Harnawan, SH mengadukan tuntutannya ke Pemerintahan Desa Timbangreja, pada Selasa (21/9/2021) 

    Kedatangan puluhan warga ke Balaidesa Timbangreja untuk menyampaikan surat pernyataan penolakan pembangunan tower di lingkungannya. 

    Koordinator Lapangan, M. Amin kepada wartawan menuturkan, "Awalnya aksi tersebut akan diikuti ratusan warga, namun atas anjuran dari pihak Kepolisian dibatasi karena faktor PPKM level 3, maka sekitar 70 warga yang mewakili dalam aspirasinya tersebut.

    Dalam aksinya, warga mendesak untuk menghentikan pembangunan tower yang sedang berjalan. 

    Amin menjelaskan bahwa pembangunan tower tersebut sama sekali tidak ada ijin dari warga sekitar dan sosialisasi

    Sementara pernyataan sikap penolakan dibacakan langsung oleh koorlap M. Amin di dampingi Kuasa Hukumnya dengan melampirkan surat pernyataan warga, dan somasi sama seperti yang dilayangkan kepada Bupati Tegal dan DPRD Kabupaten Tegal.


    Setelah dibacakan surat pernyataan dan penolakan warga, Kepala Desa Timbangreja menandatangani tanda terima surat penolakan tersebut.

    Amin juga menuturkan kepada awak media, sepulang dari aksinya, dirinya mengaku dihubungi pihak Polsek dan Koramil bahwa dalam hal pemberhentian pembangunan, pihaknya meminta waktu 2 (dua) hari untuk uji terkait dengan tingkat keamanan dan dampak pembangunan dari tower tersebut, Tapi Amin dengan tegas menolak.

    Menurutnya, pokok permasalahannya adalah tower di bangun tanpa adanya sosialisasi dan ijin dari warga sekitar, beber Amin didampingi oleh 2 Kuasa Hukumnya. 

    Sementara Kepala Desa Timbangreja, Agus Riyadiyanto di hubungi terpisah mengatakan jika benar ada warga yang mendatangi kantornya, namun dirinya berdalih jika yang datang itu bukan menuntut melainkan menyampaikan berkas.

    "Itu bukan tuntutan, itu adalah penyerahan berkas," ujarnya.

    Dirinya mempertanyakan tuntutan atas nama warga  namun warga yang mana, menurutnya warga desa timbangreja itu banyak dan mestinya ada keterwakilanya.

    "Warga masyarakat kita yang bagaimana, warga masyakat kita banyak, 5000 ada, yaitu berarti ada pihak lain bukan warga kami," dalihnya.

    Sementara terkait konpensasi warga sekitar pembangunan tower, pihaknya mengakui tidak ada keterlibatan. "Silahkan kroscek kebenaranya," tandasnya.

    (HS/Roni)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini