-->
  • Jelajahi

    Copyright © BERITABARU.ID | BERITA TERKINI, BERITA HARI INI INDONESIA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Diduga Korupsi Dana Desa, Kades Di Brebes Akhirnya Ditahan

    BeritaBaru.id
    14 Desember 2021, 22.06 WIB Last Updated 2021-12-14T15:06:22Z
     

    Berita Baru ■ Kejaksaan Negeri (Kejari) Brebes menahan seorang kepala Desa (Kades) di Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa tengah, pada Jumat,10/12/2021.

    Di jelaskan Naseh, SH, Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Brebes saat di konfirmasi membenarkan bahwa salah satu Kades di Kecamtan Bulakamba saat ini telah ditahan dan statusnya sebagai tersangka korupsi Dana Desa (DD).

    " Yah... tersangka berinisial DFS, saat ini sudah kami tetapkan statusnya sebagai tersangka dan dilakukan penahanan atas dugaan korupsi Dana-Desa (DD) tahun anggaran 2019," Kata Kasi Pidsus, padaSelasa (14/12) ditemuai diruang kerjanya.

    Pihaknya menjelaskan, bahwa alasan Kejari Brebes Menahan seorang tersangka dugaan korupsi Dana-Desa (DD)yang berinisial (DFS) karena untuk mengindari hal yang tidak di inginkan terjadi, Seperti melarikan diri dalam proses penyidikan dan menghilangkan alat bukti serta mangkir dari pemeriksaan penyidikan.


    Dijelaskan Kasi Pidsus, dari proses penyelidikan dan penyidikan sudah berjalan setahun lebih, dan telah memeriksa 15 saksi dari unsur perangkat desa dan kelembagaan Desa serta satu orang saksi ahli.

    Menurutnya, dalam pengelolaan anggaran dana-desa (DD) tahun 2019 diduga kuat telah merugikan keuangan negara sebesar Rp.101.820.000,- (seratus satu juta delapan ratus dua puluh ribu rupiah), dari jumlah diatas yang pertama adalah meliputi anggaran Sistem Informasi Pembangunan Berbasis Masyarakat (SIPBM) sebesar Rp.62.174.000,- (Enam puluh dua juta seratus tujuh puluh empat ribu rupiah) yang kedua anggaran Kegiatan Pelatihan MS Office Bagi Perangkat Desa sebesar Rp.22.646.000,-(Dua puluh dua juta enam ratus empat puluh enam ribu rupiah) yang ketiga adalah sisa anggaran pembelian mobil siaga desa sebesar Rp.17.000.000,-(Tujuh belas juta rupiah) yang sedianya dana itu untuk biaya modifikasi mobil siaga Desa.


    "Bahwa atas perbuatan tersangka, kami jerat dengan pasal.2 ayat (1) Jo pasal.18 undang-undang nomor.20 tahun 2001 tentang perubahan atas undang-undang nomor.31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi serta pasal.3 Jo pasal.18 undang-undang nomor.20 tahun 2001 tentang perubahan atas undang-undang nomor.31 tahun1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi," ujar Kasi Pidsus.

    "Dan saat ini tersangka sudah kami tahan dititipkan di lembaga pemasyarakatan LP kelas IIB Brebes serta berkas perkaranya sudah kami limpahkan ke pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor) Semarang Jawa Tengah pada hari Senin 13/12/202," imbuhnya. (AS/Roni)


    Komentar

    Tampilkan

    BERITA TERBARU