-->
  • Jelajahi

    Copyright © BERITABARU.ID | BERITA TERKINI, BERITA HARI INI INDONESIA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Kemenag Peduli, Korban Bom Kampung Melayu Terima Santunan

    BeritaBaru.id
    12 Desember 2021, 10.25 WIB Last Updated 2021-12-12T03:25:33Z
     

    Berita Baru ■ Hari Amal Bakti (HAB) ke-75  yang jatuh pada 3 Januari 2021, Kantor Kementerian  Agama Kabupaten Brebes menggelar bakti sosial santuni korban bom melayu dan menyerahkan bingkisan kepada Yatim Piatu dan para jompo, pada Jum'at (9/12) di Desa Karangsembung, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes.

    Kepala Kantor Kementerian Agama  Kabupaten Brebes Drs. Fajarin melalui Drs. Faidurohim Menjelaskan, kegiatan Bakti Sosial  ini bagian dari  memperingati Hari Amal Bakti Kemenag RI Ke 75,  tahun 2021 bekerja sama dengan Unit Pengumpul Zaka (UPZ) bersama Persatuan Darma Wanita Kantor Kemenag Kabupaten Brebes.

    "Kemenag Peduli' kita berbagi kepada korban bom kampung melayu dan juga diberikan bingkisan kepada yatim piatu dan para jompo," ungkanya.

    "Semoga apa yang diperbuat oleh Kemenag Kabupaten Brebes menjadi amal ibadah, dan apa yang sudah di berikan semoga bermanfaat dari kebahagiaan mereka dapat menambah amal baik para ASN lingkungan Kemenag Kabupaten Brebes," ucap Faidurrohim.

    Bantuan korban bom kapung melayu selain dikatakanya sebagai bentuk kepedulian, ini merupakan momen yang tepat dalam berbagi serta secara spontanitas.

    "Kami pernah juga menyambangi mereka, namun kami merasa ini momen yang tepat untuk berbagi," Kata Faidurohim.

    Dikatakan Faidurohim, dana bantuan peduli yang terkumpul merupakan dana yang dikumpulkan oleh ASN lingkungan Kemenag Brebes.


    Sementara Pipit (25) korban bom kampung melayu yang mendapatkan program kemenag peduli kepada beritabaru.id sampaikan rasa syukurnya dapat empati dan kepedulian dari Kemenag. " Alhamdulilah dapat ini dari Kemenag Brebes," katanya.

    Pipit adalah salah satu korban langsung bom kampung melayu tahun 2017 lalu.

    Diceritakan oleh Pipit, Saat kejadian dirinya sedang berjalan usai kuliah, setelah pulang kuliah tepat dibelakang kamar mandi tiba tiba terdengar ledakan keras, 

    "Sekitar beberapa detik saat ledakan, saya sudah tidak mendengar sama sekali, bahkan ketika ada luka dibahu, saya tidak merasa sakit sedikitpun, setelah beberapa saat saya bisa mendengar, tiba tiba banyak teriakan lari ada bom, Saya pun berusaha lari, namun ternyata saya tidak kuat dan terjatuh, hingga akhirnya ditolong dan dibawa kerumah sakit," ujarnya.

    Pipit mengaku hingga saat ini akibat peristiwa tersebut lukanya masih terasa sakit sehingga masih tetap mengonsumsi obat untuk menahan sakit.

    Bahkan akibat peristiwa tersebut, Pipit memiliki cacat permanen dengan salah satu tanganya tidak bisa digerakan. (Roni)



    Komentar

    Tampilkan

    BERITA TERBARU