-->
  • Jelajahi

    Copyright © BERITABARU.ID | KABAR TERKINI NUSANTARA
    Best Viral Premium Blogger Templates
    CLOSE ADS
    CLOSE ADS

    Menu Bawah

    Jelang Tahun Politik, Bakesbangpolda Kabupaten Brebes Gelar Pembinaan Ormas

    Redaksi
    Kamis, 14 Juli 2022, 11:38 PM WIB Last Updated 2022-07-14T16:38:11Z

    BERITABARU.ID | BREBES — Sejumlah anggota jamaah Khilafatul Muslimin yang telah kembali mengaku Setia NKRI hadiri pembinaan organisasi masyarakat yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Daerah Kabupaten Brebes, pada Kamis 14 Juli 2022.

    Kegiatan acara ini berlangsung di Aula Belakang Bakesbangpolda Kabupaten Brebes.

    Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Brebes Narjo, SH., MH,  Asisten I Sekda Brebes, Khaerul Abidin, Kepala Bakesbangpolda, M. Sodiq, SSTP, M.Si, Pasi Intel Kodim 0713/Brebes Kapten Inf Yatno, Kasat Intelkam Polres Brebes IPTU Suhermanto, SH, Jaksa Fungsional Kejaksaan Negeri Brebes Setya Adi, SH, Ketua KPU Kabupaten Brebes Muamar Reza Pahlevi, S.I.P,  Perwakilan Kemenag Brebes Drs. KH. Akrom Djangka Daosat, Jajaran perwakilan Partai Politik peserta pemilu, Jajaran perwakilan Ormas dan  Para perwakilan Eks Anggota Khilafahtul Muslimin

    Dalam keterangannya, Kepala Bakesbangpolda Kabupaten Brebes M. Sodiq, SSTP, M.Si menyebutkan, "Kegiatan hari ini diantaranya kita mengundang 19 orang yang sudah menyatakan keluar dari Khilafatul Muslimin dan Alhamdulillah yang hadir 3 orang," terangnya.

    Menurutnya, giat pembinaan organisasi kemasyarakatan tidak lepas dari menjelang tahun politik, maka dari itu Bakesbangpol kabupaten gelar kegiatan pendidikan politik dan bela negara.

    Sementara Wakil Bupati Brebes Narjo, SH, MH yang hadir dalam acara tersebut mengatakan, Politik dan bela negara merupakan dua unsur yang melekat dan menjadi entitas bangsa. Bela negara tidak harus terkait dengan militer, tentara, perang, dan hal ikhwal kombatan lainnya.

    "Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara. artinya, bela negara ialah hak dan kewajiban seluruh warga negara, sesuai dengan posisi, peran dan kedudukan masing-masing," katanya.

    Menurut lampiran inpres no 7 tahun 2018, ada sejumlah aksi gerakan bela negara dalam bidang politik, khususnya pemilu. Di antaranya sosialisasi gerakan anti kampanye hitam, politik identitas, nasionalisme sempit, pragmatisme, anti praktik politik uang dan politisasi sara.

    "Maka dari itu, berbagai aksi gerakan bela negara tersebut sangat penting dilakukan, khususnya dalam menyambut penyelenggaraan pemilu serentak tahun 2024 nanti. Upaya bela negara dalam penyelenggaraan pemilu serentak sangat penting dilakukan," tukasnya.

    Kasat Intelkam Polres Brebes, IPTU Suhermanto juga menyebut, melalui keteranganya menyebut, kamtibmas di Brebes termasuk aman dan kondusif.

    "Dapat kami informasikan, situasi Kamtibmas di Kabupaten Brebes termasuk aman dan kondusif, itu semua juga berkat bantuan dari teman-teman secara langsung maupun tidak langsung," ujarnya.

    "Bela negara sebenarnya kewajiban kita semua dalam menjaga keutuhan NKRI dengan berlandaskan ideologi Pancasila," katanya lagi.

    Mewakili Kodim 0713 Brebes, Kapten Inf Yatno mengatakan, Kegiatan bela negara ini sangat penting untuk kita semua demi keutuhan negara dari sabang sampai Merauke. Sampai kapanpun ideologi kita Pancasila dan tidak bisa kita pisahkan.

    "Kami sampaikan kepada rekan-rekan untuk saling menjaga kondusifitas Wilayah di kabupaten Brebes," tegas Pasi Intel Kodim 0713/Brebes.

    Sementara Jaksa Fungsional Kejaksaan Negeri Brebes, Setya Adi, SH menyebut, "Ormas ada ormas yang berbadan hukum dan tidak berbadan hukum, Ormas berbadan hukum jelas terdaftar dalam kementerian hukum dan ham sedangkan ormas yang tidak berbadan hukum mendapatkan surat dari kementerian dalam negeri.

    Ormas bisa dikenai sanksi administrasi berupa teguran dan sanksi pidana yang melakukan kekerasan atau merusak fasilitas dengan hukuman minimal 6 bulan dan paling lama 1 tahun"terang Adi.

    Ketua KPU Kabupaten Brebes Muamar Reza Pahlevi, S.I.P "Memahami politik, demokrasi dan pemilu ini sangat erat hubungannya. di jaman Soeharto kelompok yang anti demokrasi dan anti NKRI akan langsung di hilangkan akan tetapi sekarang sudah berbeda dengan zaman tersebut.

    "Dalam negara demokrasi yang tidak bisa lepas dari pemilu kita harus berpartisipasi dalam politik," ujar Reza.

    Kelompok Khalifah meyakini bahwa Islam adalah negara. Perlu di ingat perintah mendirikan negara khilafah itu tidak pernah ada.(RN)
    Komentar

    Tampilkan

    Berita Terbaru