Breaking News

LPP Agro Nusantara Gelar Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit Di Palu


BERITABARU.ID | PALU — Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, bersama LPP Agro Nusantara mengadakan Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit bagi 170 pekebun sawit. 

Demikian disampaikan Pugar Indriawan, SEVP Operation LPP Agro Nusantara kepada awak media, hari ini. (25/8).


Program pelatihan ini dibuka pada Jumat, 25 Agustus 2023 dan diadakan di Hotel Best Western Plus Coco Palu dan Swiss-Belhotel Silae Palu.

Pelatihan yang didesain bagi pekebun sawit ini mendatangkan peserta dari Kabupaten Morowali dan Morowali Utara. Para peserta pelatihan diberangkatkan oleh Dinas Perkebunan wilayah berdasarkan Data Rekomendasi Teknis yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia. 

Di kloter Provinsi Sulawesi Selatan, pelatihan terbagi dalam 5 kelas dengan 2 judul pelatihan yaitu Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit (4 kelas) dan Pelatihan Pengelolaan Sarana Prasarana Perkebunan Kelapa Sawit (1 kelas), berlangsung Jumat hingga Selasa, 25-29 Agustus 2023.

Lebih lanjut, Pugar Indriawan, SEVP Operation LPP Agro Nusantara menjelaskan, bahwa program ini menjadi usaha strategis peningkatan kapasitas pekebun sawit. 

“Sawit punya peran besar dalam peningkatan ekonomi. Dampak baik ini tidak hanya dalam scoop ekonomi saja. Terutama jika berbicara keberlanjutan bisnis kelapa sawit, SDM yang terlibat didalamnya berperan besar. BPDPKS berperan besar dalam mencapai sasaran-sasaran strategis tersebut, terutama untuk peningkatan kompetensi dan kapasitas pekebun,” pungkasnya.

Untuk itu, pekebun sawit perlu mengelola kebun secara professional, baik, terarah dan berprinsip keberlanjutan. Usaha ini juga menjadi cara untuk membangun dan mempersiapkan SDM industri sawit professional baik di hulu maupun hilir.

“Fokus utama untuk pekebun sawit swasta adalah pemanfaatan lahan untuk produktivitas maksimal. Itu mengapa pelatihan menyasar berbagai aspek, mulai dari pengetahuan,
kemampuan praktik hingga peningkatan bisnis,” Tambah Pugar.

BPDPKS hadir dalam tata kelola industri kelapa sawit Indonesia dibawah Kementerian Keuangan. Berfokus sebagai penggerak pengembangan industri khususnya bagi para
pekebun swasta. BPDPKS melalui program pengembangan kelapa sawit yang berkelanjutan, memiliki 2 tujuan utama untuk meningkatkan efisiensi biaya usaha pekebun kelapa sawit dan menciptakan harga jual TBS yang optimum.

Dikemas tidak hanya dengan kelas klasikal, pelatihan juga didukung dengan kegiatan praktik dan/atau kunjungan lapangan. Dengan desain pembelajaran seperti ini, pekebun sawit tidak hanya mendapatkan materi tetapi juga praktik ideal yang bisa diterapkan di kebun masing-masing. Bentuk pelatihan ini memang diharapkan tidak hanya menyasar sisi kognitif namun juga peningkatan kemampuan dari segi bisnis dan skill sebagai pekebun.

Menurut Arfie Tahar, selaku Penanggung Jawab Kegiatan Divisi Program Pelayanan Direktorat Penyaluran Dana BPDPKS, Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit ini menjadi program strategis BPDPKS bagi pelaku usaha Kelapa Sawit. 

Hal tersebut disampaikan Arfie dalam Sosialiasasi Seleksi Lembaga Penyelenggara Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit Tahun 2023 di Bogor 9 Februari
2023 lalu. 

Program Pengembangan SDM ini memberikan berbagai jenis pelatihan teknis maupun non teknis (manajerial) kepada para pekebun sawit mandiri. Hal ini selaras sekaligus
mendukung pemerintah dengan tujuan utama mengembangkan industri kelapa sawit yang berkelanjutan melalui peningkatan produktivitas dan perbaikan pengelolaan perkebunan
kelapa sawit.

Ditambahkan pula oleh Arfie, merealisasikan amanah tersebut, hingga Januari 2023 BPDPKS telah mengembangkan SDM Pekebun Sawit Indonesia sebanyak 11.688 orang.

Diselenggarakan di 21 Provinsi di Indonesia dengan 283 total kelas pelatihan yang berhasil dijalankan. Tidak hanya itu, beasiswa pengembangan juga diberikan kepada 4.265 mahasiswa penerima beasiswa di 7 Perguruan Tinggi di Indonesia. 

Dimulai pada tahun 2015 hingga akhir 2022, BPDPKS telah merealisasikan anggaran hingga lebih dari 305 miliar untuk program pengembangan SDM perkebunan kelapa sawit ini.
© Copyright 2022 - BERITABARU.ID | BERITA BARU TERKINI HARI INI