-->
  • Jelajahi

    Copyright © BERITABARU.ID | KABAR TERKINI NUSANTARA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    Bupati Brebes Kukuhkan Forum Si Jaga Banjir

    Redaksi
    Selasa, 19 April 2022, 7:35 PM WIB Last Updated 2022-04-19T12:35:46Z

    Beritabaru.id, Brebes - Guna mencegah terjadinya genangan air dan banjir yang diakibatkan oleh buruknya kondisi drainase, Pemerintah Kabupaten Brebes melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) membentuk Forum Sinergi Pentahelix Sistem Jejaring Jaga Banjir Brebes (SI JAGA BANJIR BREBES).  

    Forum yang  beranggotakan berbagai unsur masyarakat seperti Akademisi, LSM, Badan Usaha dan Media dikukuhkan Bupati Brebes Idza Priyanti SE MH di Almayra Convention Hall Grand Dian Hotel Brebes, Selasa (19/4). 

    Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH menyampaikan apresiasi yang tinggi atas dibentuknya Forum SI JAGA BANJIR Brebes. Lewat forum tersebut diharapkan bisa menjadi solusi dalam pencegahan banjir di wilayah Kabupaten Brebes. Terlebih forum ini dipimpin tokoh Aktivis Peduli Lingkungan Mahfudin yang juga Ketua LSM  Mas Jaka Brebes, Mahfudin. 

    Idza berharap setelah dikukuhkan, Forum Sijaga Banjir Brebes dapat segera berkordinasi dan bergerak mengatur strategi dan aksi untuk menyelesaikan permasalahan genangan air dan  banjir.


    “Tdak usah menunggu lama, segeralah bergerak agar banjir yang kerap terjadi dan menyebabkan trauma masyarakat dapat tertangani, banjir tidak lagi terjadi di Kabupaten Brebes,” ujar Idza.

    Kepala DPU Kabupaten Brebes Sutaryono menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Brebes selama ini telah bekerja semaksimal mungkin dalam penanganan permasalahan drainase perkotaan, baik dari aspek teknis dan pembiayaan. Namun demikian usaha tersebut hasilnya dipandang belum optimal.

    Untuk itu, menurut sutaryono dengan dibentuknya Forum sinergi Pentahelix diharapkan Penanganan dan Pengelolaan terkait Banjir dan Drainase akan lebih Optimal karena adanya keterlibatan Masyarakat secara langsung.

    Forum yang ada nantinya akan mengedukasi Masyarakat terutama pendekatan kultur dan perilaku sehingga Masyarakat tidak mendirikan bangunan di drainase, membuang sampah di drainase, kemudian terkait juga tata kelola penggunaan lahan untuk perumahan yang telah mengurangi wilayah resapan air.

    “Saya yakin, jika yang bergerak masyarakat sendiri, akan lebih optimal dan mudah diterima. Intinya  dari masyarakat oleh Masyarakat dan untuk masyarakat. Sehingga menjadi jalan mudah menangani permasalahan banjir dan genangan air di Kabupaten Brebes, " pungkas Taryono. (Wasdiun/RN)
    Komentar

    Tampilkan

    Berita Terbaru