JAKARTA, BERITA BARU — Film Empat Musim Pertiwi karya sutradara Kamila Andini dipilih untuk mewakili Indonesia dalam ajang Academy Awards ke-99 atau Oscar 2027, dan akan diajukan dalam kategori Best International Feature Film.
Film produksi Forka Films tersebut dipilih oleh Komite Seleksi Oscar Indonesia setelah melalui proses penilaian terhadap sejumlah film yang menjadi kandidat perwakilan Indonesia.
Pemilihan tersebut menjadi kesempatan kedua bagi Kamila Andini untuk membawa filmnya sebagai wakil Indonesia di kategori yang sama. Film Yuni sebelumnya mewakili Indonesia dalam Oscar 2022.
Sebelum terpilih sebagai wakil Indonesia, Empat Musim Pertiwi, yang memiliki judul internasional Four Seasons in Java, telah menjalani pemutaran perdana dunia di Toronto International Film Festival (TIFF) 2026 melalui program Centerpiece.
Film tersebut juga dijadwalkan tampil dalam Busan International Film Festival (BIFF) 2026 dan Tokyo International Film Festival.
Di Indonesia, film tersebut dijadwalkan tayang di bioskop mulai 8 Oktober 2026.
Putri Marino menjadi pemeran utama sebagai Pertiwi, bersama Arya Saloka, Christine Hakim dan Hana Malasan.
Film ini mengisahkan Pertiwi, seorang perempuan yang kembali ke kampung halamannya setelah menjalani hukuman penjara selama 20 tahun. Kepulangannya mendapat penolakan dari sebagian warga dan keluarganya.
Sejumlah orang, termasuk Mak Ira yang diperankan Christine Hakim dan Bisma yang dimainkan Arya Saloka, menyambut kepulangannya.
Kembalinya Pertiwi ke kampung halaman kemudian mempertemukannya kembali dengan berbagai pengalaman masa lalu yang selama ini berusaha ia tinggalkan. Cerita film mengeksplorasi trauma, ingatan, kekerasan, serta upaya Pertiwi menemukan kembali makna rumah dan penerimaan diri.
Kamila mengatakan film tersebut tidak hanya bercerita mengenai seseorang yang kembali ke tempat asalnya, tetapi juga mengenai upaya menemukan kembali bagian dari dirinya yang pernah ditinggalkan.
Menurutnya, meski cerita film berakar pada pengalaman Indonesia, persoalan yang diangkat seperti trauma, ingatan, kekerasan dan proses penyembuhan memiliki relevansi yang lebih luas.
Produser Ifa Isfansyah menyambut terpilihnya Empat Musim Pertiwi sebagai wakil Indonesia. Ia menilai film tersebut menghadirkan latar dan perspektif Indonesia sekaligus mengangkat pengalaman manusia yang bersifat universal.
Terpilih sebagai wakil Indonesia tidak berarti film tersebut otomatis masuk nominasi Oscar. Empat Musim Pertiwi masih harus melalui proses seleksi oleh Academy of Motion Picture Arts and Sciences bersama film-film yang diajukan oleh negara lain.
Dengan jadwal tayang di Indonesia pada Oktober, film tersebut kini melanjutkan perjalanan festival internasionalnya menuju proses seleksi Oscar 2027. (Rasya)

Social Header