JAKARTA, BERITA BARU — Aktor Indonesia Muzakki Ramdhan telah membangun karier di layar lebar sejak usia dini, berpindah dari peran sebagai aktor cilik hingga tampil sebagai pemeran utama dan pengisi suara dalam sejumlah film populer.
Lahir pada 11 Agustus 2009, Muzakki memulai kiprahnya di layar lebar melalui film 5 Cowok Jagoan: Rise of the Zombies pada 2017. Ia memerankan Lilo kecil, karakter yang dalam versi dewasa diperankan Muhadkly Acho.
Setahun kemudian, Muzakki tampil dalam The Returning dan DOA (Doyok-Otoy-Ali Oncom): Cari Jodoh. Dalam The Returning, ia tercatat sebagai salah satu pemeran utama.
Perannya sebagai Sancaka kecil dalam Gundala: Negeri Ini Butuh Patriot pada 2019 menjadi salah satu titik penting dalam kariernya. Dalam film arahan Joko Anwar tersebut, Muzakki memainkan versi muda dari Sancaka, yang pada masa dewasa diperankan Abimana Aryasatya.
Peran tersebut juga membawanya meraih penghargaan Piala Maya sebagai Aktor/Aktris Muda (Cilik/Remaja) Terpilih. Ia juga masuk nominasi Festival Film Bandung untuk kategori Pemeran Pembantu Pria Terpuji atas perannya dalam film yang sama.
Pada tahun yang sama, Muzakki tampil dalam film horor Ratu Ilmu Hitam. Filmografi Indonesian Film Center juga mencatat keterlibatannya dalam Mendadak Kaya pada 2019 dan Quarantine Tales pada 2020.
Kariernya kemudian berkembang ke dunia film animasi. Muzakki menjadi salah satu pengisi suara karakter Nussa, termasuk dalam film animasi Nussa yang dirilis pada 2021. Ia juga mengisi suara dalam Adit Sopo Jarwo the Movie.
Pada 2021, Muzakki juga tampil sebagai pemeran utama dalam Preman. Perannya dalam film tersebut kemudian membawanya masuk nominasi Piala Citra Festival Film Indonesia untuk kategori Pemeran Pendukung Pria Terbaik.
Tahun 2022 menjadi salah satu periode yang produktif bagi Muzakki. Ia tampil dalam Pengabdi Setan 2: Communion, Keluarga Cemara 2, Ben & Jody, serta Jailangkung: Sandekala.
Dalam Pengabdi Setan 2: Communion, Muzakki memerankan Wisnu Hendrawan, salah satu penghuni rumah susun tempat keluarga Rini tinggal. Film tersebut memperluas eksposurnya kepada penonton film horor Indonesia.
Muzakki juga mendapat porsi lebih besar dalam Perjalanan Pertama, yang menempatkannya sebagai salah satu pemeran utama. Perannya sebagai Yahya kemudian masuk nominasi Piala Maya untuk kategori Aktor/Aktris Muda Terpilih.
Perjalanan tersebut menunjukkan perkembangan karier Muzakki dari aktor cilik dengan peran pendukung menjadi aktor remaja yang mendapat ruang lebih besar dalam berbagai genre film, termasuk drama, horor, aksi dan animasi.
Dengan pengalaman di depan kamera sekaligus sebagai pengisi suara, filmografi Muzakki memperlihatkan jalur karier yang berkembang bersama pertumbuhan usianya—dari memainkan versi muda karakter utama hingga mengambil peran yang lebih sentral dalam cerita.(RASYA SYAHPUTRA)

Social Header