-->
  • Jelajahi

    Copyright © BERITABARU.ID | KABAR TERKINI NUSANTARA
    Best Viral Premium Blogger Templates
    CLOSE ADS
    CLOSE ADS

    Menu Bawah

    Idap Penyakit Kanker Kulit, Warga Miskin di Brebes Alami Mata Membusuk dan Kulit Kepala Mengelupas

    Redaksi
    Kamis, 12 Mei 2022, 12:16 PM WIB Last Updated 2022-05-12T05:17:33Z

    BERITABARU.ID | BREBES - Suparno (61), Warga  Desa Banjaranyar, Kecamatan/Kabupaten Brebes terpaksa  hanya terbujur lemas di rumahnya, badanya yang hanya terbungkus kulit dengan perban yang membalut kepalanya serta matanya yang membusuk membuat miris yang melihatnya.

    Suparno terpaksa  berbaring di ruang tamu lantaran kondisi rumahnya yang sempit dan kecil di RT. 02 / RW. 01 Desa Banjaranyar, Kecamatan/Kabupaten Brebes Jawa Tengah.

    Suparno diketahui sudah menderita penyakit sejak lima tahun lalu, namun sejak 3 bulan terakhir suparno mulai hanya berbaring lemas tak berdaya dengan kondisi memilukan.

    Menurut Roisah istrinya, suparno mengalami kebutaan sejak menjalani operasi di rumah sakit semarang karena harus diambil matanya.

    “Menurut dokter suami saya itu terkena penyakit kanker kulit, suami saya awalnya mengidap bintil dimatanya  namun karena suatu hal saat bekerja, dan akhirnya ketika dibawa ke rumah sakit harus menjalani operasi dan  terpaksa mata kanan suami saya harus di ambil," Terang Roisah, Selasa malam (10/5) saat di temui dirumahnya.


    Kulit kepala suami saya sepertinya juga diambil untuk menambal operasi  mata yang di ambil, sayangnya usai operasi malah terjadi infeksi sehingga mengakibatkan berlobang, Beber Roisah.

    Lebih lanjut Roisah mengatakan, mestinya suaminya harus menjalani 3 kali operasi namun baru 2 kali operasi karena suaminya menolak, sehingga kondisi semakin parah.

    “Kondisinya semakin parah, dulu mata sebelah kanan suami saya telah diambil dan ini justru mata kirinya ikut  tidak bisa melihat lagi dan kulit kepalanya mengelupas,” bebernya.

    Roisah berharap kesembuhan suaminya dan  uluran tangan dermawan guna membantu beban kehidupan keluarganya.

    “Meski saat ini belum ada perhatian pemerintah setempat, alhamdulilah untuk membantu biaya hidup dan berobat, para tetangga sekitar peduli.

    "Saya berharap kesembuhan pada suami saya, namun saya juga pasrah melihat keadaan kondisi suami saya, meski menggunakan BPJS namun untuk biaya control yang harus dijalani setiap mingu selama bertahun tahun saya membutuhkan bantuan,” harapnya. (RN)

    Komentar

    Tampilkan

    Berita Terbaru